Rabu, 3 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Banjir Kota Bekasi

Mesin Pompa Kali Mati Bekasi Terbakar, Wali Kota Buka Suara

Mesin pompa air di Rumah Pompa Kali Mati, yang berada di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terbakar

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Joseph Wesly
Instagram/@mastriadhianto
POMPA PENYEDOT AIR TERBAKAR- Pompa penyedot air di Polder Kalimati, Rawalumbu, Kota Bekasi, mengalami kebakaran pada Kamis (29/1/2026). Insiden terjadi saat pompa sedang dioperasikan untuk membantu mengurangi debit luapan Kali Bekasi. Pompa diduga terbakar karena kepanasan beroperasi semalaman. 

Ringkasan Berita:
  • Mesin pompa air di Rumah Pompa Kali Mati, Margahayu, Bekasi Timur, meledak lalu terbakar sekitar pukul 10.00 WIB setelah dioperasikan sejak pukul 02.00 WIB untuk mengendalikan debit air, sehingga satu unit tidak bisa digunakan.
  • Pemkot Bekasi langsung berkoordinasi dengan BBWSCC untuk menyiapkan pompa portabel guna mengantisipasi kenaikan debit air di wilayah DAS Rawalumbu.
  • Banjir tercatat terjadi di sekitar 30 titik di tujuh kecamatan; Pemkot menyiapkan tenda pengungsian dan dapur umum.

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Mesin pompa air di Rumah Pompa Kali Mati, yang berada di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terbakar ketika dioperasikan sejak sekira pukul 02.00 WIB untuk mengendalikan debit air di kawasan tersebut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, pompa tersebut difungsikan guna mengurangi luapan air, namun sekira pukul 10.00 WIB mesin tiba-tiba meledak lalu terbakar, hingga kini tidak dapat difungsikan kembali.

Penggunaan pompa itu juga didasari tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Bekasi sejak tengah malam hingga pagi hari dan membuat bendungan-bendungan lokal tidak mampu menahan besarnya debit air yang masuk.

"Makanya pompa ini baru kami nyalakan tadi pagi pukul 02.00 WIB, kemudian tadi kejadian kurang lebih jam 10.00 WIB kemudian meledek dan hari ini tidak bisa digunakan yang satu," kata Tri saat ditemui di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Tri menjelaskan ketika kejadian, pihaknya pun langsung bergerak cepat, yakni berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Koordinasi itu terkait penyiapan satu tambahan pompa portabel untuk disiagakan.

Jika langkah cepat tersebut tidak segera dilakukan, dampaknya akan sangat luas karena aliran air berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu.

"Kenaikan debit air berpotensi terjadi dari Jembatan 1 hingga Jembatan 9 Rawalumbu, termasuk kawasan Bumi Bekasi Baru yang juga rawan terdampak, sekarang kami baru narik lagi, sebagian UNISMA dan juga yang ada di Taman Kartini. Oleh karena itu ini kita istirahatkan lagi, nanti mungkin sejam berikutnya kami fungsikan lagi untuk distribusikan ke Kali Bekasi," jelasnya.

Baca juga: Disaksikan Wali Kota Tri Adhianto, Pompa Air di Polder Kalimati Terbakar karena Diduga Kepanasan

Tri menuturkan berdasarkan data sementara, banjir saat ini tercatat terjadi di 30 titik yang tersebar di tujuh Kecamatan di Kota Bekasi. 

Pihaknya memprediksi jumlah titik genangan bisa bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan telah mendirikan tenda pengungsian serta membuka dapur umum bagi warga terdampak banjir, khususnya di wilayah sepanjang aliran Kali Bekasi.

"Ya Itu yang kami antisipasi, kami berharap betul, makanya rekayasa cuaca itu memang sangat penting terutama buat kami yang berada di dataran rendah," tuturnya. (M37)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved