Jumat, 8 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Komjen Suyudi Minta Remaja Berambut Acak-akan dan Bermata Merah Perlu Diwaspadai

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap ciri-ciri remaja yang mulai terpapar narkoba

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Warta Kota/Yulianto
OPERASI SENYAP – Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis hasil operasi senyap Agustus-September 2025. BNN menyatakan berhasil melumpuhkan 11 jaringan peredaran narkoba dalam 18 hari kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto. Rilis dilagelar di kantor pusat BNN di Jakarta Timur, Senin (15/9/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap ciri-ciri remaja yang mulai terpapar narkoba. Menurut Suyudi, ciri-ciri tersebut dapat dilihat dari kondisi fisik seperti mata merah, rambut acak-acakan, dan bau badan karena remaja tersebut jarang mandi.

Suyudi meminta para orangtua waspada dan jangan sampai anak-anaknya terjerumus narkoba.

"Minimal kita lihat anak-anak kita, dari fisiknya, misalnya matanya merah, rambutnya acak-acakan, badannya mungkin agak bau, jarang mandi, di kamar terus, cepat emosi, tidurnya terbalik-balik, harusnya malam istirahat tapi malah beraktivitas, paginya malah tidur," ujar Suyudi di kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/9/2025).

Pada kesempatan itu, BNN menyatakan berhasil melumpuhkan 11 jaringan peredaran narkoba di 11 titik dalam 18 hari kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto. “Operasi senyap BNN RI: 18 hari, 11 titik, 11 jaringan runtuh,” kata pihak BNN dalam siaran persnya, Senin (15/9).

BNN dan pemangku kepentingan terkait telah melumpuhkan 11 jaringan narkotika di berbagai daerah strategis dengan 53 tersangka, 2 di antaranya warga negara asing atau WNA.

Baca juga: Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Digadang Jadi Kapolri, Karir Mentereng Sejak Dulu

Suyudi dikelaim telah bekerja cepat sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto, 25 Agustus 2025.

Pada periode Agustus sampai September, total barang bukti narkotika yang diamankan 503.715,65 gram, terdiri dari jenis narkotika sabu 60.226,71 gram, sabu cair 352 milliliter (ml), ganja 441.376,17 gram, ekstasi 2.134 butir atau 791,77 gram, kokain 1.321 gram, ganja sintetik 80 milliliter dan BNN menyita bahan kimia padat 4.674,37 gram serta bahan kimia cairan 5.483 milliliter. 

BNN RI juga melakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika yang telah mendapatkan penetapan status dari kejaksaan.

Selain itu, BNN juga membongkar kasus laboratorium rahasia yang mengolah narkoba jenis sabu dengan skala industri rumahan, kemudian mengamankan vape yang mengandung narkotika, dan obat berbahaya. 

BNN juga menyatakan telah berhasil mengungkap kasus hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan Sutarnedi dkk di wilayah Palembang Sumatera Selatan. Total aset dari bisnis haram ini diestimasikan senilai kurang lebih Rp 52,78 miliar.

"Angka ini bukan hanya sekadar barang bukti, melainkan cermin dari besarnya ancaman yang dihadapi bangsa ini. Berdasarkan estimasi, tindakan ini telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba, sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara senilai Rp130 miliar," kata Suyudi. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved