Komjen Suyudi Minta Remaja Berambut Acak-akan dan Bermata Merah Perlu Diwaspadai
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap ciri-ciri remaja yang mulai terpapar narkoba
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap ciri-ciri remaja yang mulai terpapar narkoba. Menurut Suyudi, ciri-ciri tersebut dapat dilihat dari kondisi fisik seperti mata merah, rambut acak-acakan, dan bau badan karena remaja tersebut jarang mandi.
Suyudi meminta para orangtua waspada dan jangan sampai anak-anaknya terjerumus narkoba.
"Minimal kita lihat anak-anak kita, dari fisiknya, misalnya matanya merah, rambutnya acak-acakan, badannya mungkin agak bau, jarang mandi, di kamar terus, cepat emosi, tidurnya terbalik-balik, harusnya malam istirahat tapi malah beraktivitas, paginya malah tidur," ujar Suyudi di kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/9/2025).
Pada kesempatan itu, BNN menyatakan berhasil melumpuhkan 11 jaringan peredaran narkoba di 11 titik dalam 18 hari kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto. “Operasi senyap BNN RI: 18 hari, 11 titik, 11 jaringan runtuh,” kata pihak BNN dalam siaran persnya, Senin (15/9).
BNN dan pemangku kepentingan terkait telah melumpuhkan 11 jaringan narkotika di berbagai daerah strategis dengan 53 tersangka, 2 di antaranya warga negara asing atau WNA.
Baca juga: Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Digadang Jadi Kapolri, Karir Mentereng Sejak Dulu
Suyudi dikelaim telah bekerja cepat sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto, 25 Agustus 2025.
Pada periode Agustus sampai September, total barang bukti narkotika yang diamankan 503.715,65 gram, terdiri dari jenis narkotika sabu 60.226,71 gram, sabu cair 352 milliliter (ml), ganja 441.376,17 gram, ekstasi 2.134 butir atau 791,77 gram, kokain 1.321 gram, ganja sintetik 80 milliliter dan BNN menyita bahan kimia padat 4.674,37 gram serta bahan kimia cairan 5.483 milliliter.
BNN RI juga melakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika yang telah mendapatkan penetapan status dari kejaksaan.
Selain itu, BNN juga membongkar kasus laboratorium rahasia yang mengolah narkoba jenis sabu dengan skala industri rumahan, kemudian mengamankan vape yang mengandung narkotika, dan obat berbahaya.
BNN juga menyatakan telah berhasil mengungkap kasus hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan Sutarnedi dkk di wilayah Palembang Sumatera Selatan. Total aset dari bisnis haram ini diestimasikan senilai kurang lebih Rp 52,78 miliar.
"Angka ini bukan hanya sekadar barang bukti, melainkan cermin dari besarnya ancaman yang dihadapi bangsa ini. Berdasarkan estimasi, tindakan ini telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba, sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara senilai Rp130 miliar," kata Suyudi.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Kepala BNN Ungkap Gagalkan 2 Ton Sabu dari Kapal Sea Dragon Tarawa Kepulauan Riau |
|
|---|
| BNN Tangkap Dewi Astutik, Wanita Ponorogo Pemilik Sabu Senilai Rp 5 Triliun |
|
|---|
| Operasi Senyap BNN-Bais: Mami Pengendali 2 Ton Sabu Jaringan Golden Triangle, Akhirnya Tertangkap |
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Kampung Berlan Gunakan QRIS, BNN: Sistem Mereka Sangat Rapi |
|
|---|
| Detik-detik BNN Serbu Kampung Berlan, Mesin Uang hingga Sabu Disita dari Rumah N |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/rilis-BNN-agustus-september-2025.jpg)