Makan Bergizi Gratis
Perputaran Uang Program MBG di Kabupaten Bogor Capai Rp 12 Triliun, Bisa Serap 28.500 Tenaga Kerja
Program MBG di Bogor diprediksi memutar uang Rp 12 triliun per tahun dan serap 28.500 tenaga kerja. Bupati Rudy sebut jadi motor ekonomi lokal.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo berpeluang meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bogor.
Pasalnya, perputaran uang dari program ini mencapai Rp 12 triliun per tahun dan dapat menyerap 28.500 tenaga kerja.
Hal itu diungkapkan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam rapat koordinasi membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026 di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (16/10/2025).
“Total dana pusat sebesar Rp6,12 triliun per tahun akan berputar di Kabupaten Bogor. Nilai ini setara setengah APBD kita,” ujar Rudy dalam rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Anggota DPRD Depok Rudy Kurniawan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Pencabulan Anak
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Maut di Pademangan, Empat Orang Tewas Termasuk 2 Anak Kecil dan Ibu Hamil
Baca juga: Suasana Memanas di Medan Satria, Puluhan Warga Usir Petugas BPN, Tolak Ukur Lahan 2,3 Hektare
Rudy menjelaskan, uang tersebut sebagian besar akan dipakai membeli kebutuhan pokok dari petani dan pedagang lokal. Mulai dari beras, cabai, bawang, hingga telur. Semua dipasok dari Bogor untuk masyarakat Bogor.
“Uang dari program MBG ini akan dipakai beli beras, beli cabai, beli bawang, beli telurnya orang Bogor. Tentu ini murni menggerakkan ekonomi pedagang lokal,” paparnya.
Suasana ruangan sempat hening ketika Rudy menyebut angka fantastis yang diperkirakan akan berputar. Program MBG ini diprediksi mampu memutar uang hingga Rp 12 triliun per tahun dan menciptakan peluang kerja besar.
“Saya berharap seluruh jajaran segera menindaklanjuti dan menggarap Program MBG ini secara serius untuk memastikan perputaran ekonomi lokal berjalan optimal dan lapangan kerja tercipta sesuai target,” tegasnya.
Rudy menambahkan, program ini bukan hanya tentang gizi anak-anak sekolah, melainkan strategi cerdas untuk menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. Ia menyebut MBG akan menjadi motor ekonomi lokal yang menyerap ribuan tenaga kerja.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan membangun 570 dapur yang akan menjadi pusat produksi makanan bergizi bagi anak sekolah. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan 50 orang. Mulai dari tukang masak, petugas kebersihan, hingga pencuci alat.
“Satu dapur itu rata-rata mempekerjakan 50 orang. Kalau kita punya 570 dapur, maka ada 28.500 orang yang akan mendapatkan pekerjaan baru,” ujar Rudy dengan nada optimistis.
Para pejabat yang hadir mengangguk pelan. Bagi mereka, angka itu bukan sekadar hitungan di atas kertas, tetapi peluang nyata untuk masyarakat Bogor.
Di luar Pendopo, sore itu langit Cibinong mulai memerah. Seperti menandai awal babak baru ekonomi Kabupaten Bogor yang bergerak dari dapur ke dapur, dari petani ke anak-anak sekolah, dan dari Bogor untuk Bogor.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
| Siswi SD Bawa MBG Buat Ibu di Rumah, Diangkat Anak Oleh Ketua DPRD Karawang |
|
|---|
| Kisah Atik 16 Tahun Jadi TKW Arab Saudi, Kini Pilih Jadi Relawan Cuci Ompreng MBG di Karawang |
|
|---|
| Nanik Sudaryati Deyang Pastikan Anak Kalibaru Dipeluk Negara Lewat Pemulihan Trauma |
|
|---|
| Nanik Sudaryati Deyang Suarakan Keadilan Pangan: Dapur MBG untuk UMKM dan Ibu PKK |
|
|---|
| Dulu Serabutan Kini Punya Penghasilan Pasti, Kisah Dua Relawan MBG di Karawang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Bupati-Bogor-Rudy-Susmanto-memberikan-arahan.jpg)