Jumat, 24 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Tentara UNIFIL Asal Prancis Tewas Diduga Diserang Hizbullah, Macron Bereaksi

Seorang tentara Perancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) tewas dalam serangan di Lebanon, Sabtu (18/4/2026).

Editor: Joseph Wesly
.(news.un.org)/TribunBekasi
PASUKAN UNIFIL DISERANG- Ilustrasi pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, di Lebanon Selatan.(news.un.org). Satu prajurit UNIFIL asal Prancis tewas diserang. 

Ringkasan Berita:
  • Tentara Perancis anggota UNIFIL, Sersan Florian Montorio, tewas disergap kelompok bersenjata di Lebanon.
  • Presiden Emmanuel Macron menyebut indikasi awal mengarah ke Hizbullah dan mendesak pelaku segera ditangkap.
  • UNIFIL menyelidiki serangan di Desa Ghanduriyah saat misi pembersihan bahan peledak; jika terbukti, berpotensi dikategorikan kejahatan perang.

 

TRIBUNBEKASI.COM, LEBANON- Seorang tentara Perancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) tewas dalam serangan di Lebanon, Sabtu (18/4/2026).

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut indikasi awal mengarah pada keterlibatan kelompok Hizbullah dalam insiden tersebut.

Macron Soroti Dugaan Keterlibatan Hizbullah

Melalui pernyataan di platform X, Macron menegaskan bahwa seluruh indikasi sementara menunjuk Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga mendesak pemerintah Lebanon untuk segera menangkap pelaku penyerangan tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang disepakati pada Kamis (16/4/2026).

Kronologi Penyerangan Pasukan UNIFIL

Korban tewas diketahui bernama Sersan Staf Florian Montorio.

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Catherine Vautrin menjelaskan, Montorio tewas akibat tembakan langsung saat unitnya disergap dalam perjalanan menuju pos terdepan UNIFIL.

Menurutnya, penyergapan dilakukan oleh kelompok bersenjata dari jarak dekat.

Montorio sempat dievakuasi oleh rekan-rekannya di tengah situasi tembakan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

UNIFIL Lakukan Penyelidikan

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL mengungkap bahwa pasukannya diserang menggunakan senjata ringan oleh aktor non-negara saat menjalankan misi pembersihan bahan peledak di Desa Ghanduriyah.

Penilaian awal menunjukkan tembakan diduga berasal dari Hizbullah.

Jika terbukti, insiden ini berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

UNIFIL saat ini telah memulai penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi lengkap kejadian dikutip dari kompas.com

Respons Pemerintah Lebanon

Menanggapi insiden tersebut, Macron telah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam.

Ia meminta pemerintah Lebanon menjamin keamanan pasukan UNIFIL di wilayah tersebut.

Presiden Aoun mengecam serangan itu dan berjanji akan membawa pelaku ke pengadilan.

Sementara itu, Perdana Menteri Salam juga telah memerintahkan dilakukannya penyelidikan terkait insiden tersebut.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved