Argo Bromo Anggrek Kembali Terlibat Kecelakaan, Tabrak Minibus di Grobogan, 4 Meninggal
Kereta Api Argo Bromo Anggrek kembali terlibat insiden kecelakaan. Terbaru Argo Bromo Anggrek tertemper minibus di Grobogan, Jawa Tengah.
Ringkasan Berita:
- KA Argo Bromo Anggrek tertemper minibus rombongan pengantar haji di Grobogan, Jumat (1/5/2026), menewaskan 4 orang dan melukai 5 lainnya.
- Empat hari sebelumnya, kereta yang sama terlibat kecelakaan di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang saat menabrak rangkaian KRL.
- Total korban dari dua insiden mencapai 20 orang; KAI dan kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan.
TRIBUNBEKASI.COM, GROBOGAN- Kereta Api Argo Bromo Anggrek kembali terlibat insiden kecelakaan.
Terbaru Argo Bromo Anggrek tertemper minibus di Grobogan, Jawa Tengah.
Argo Bromo Anggrek menyeruduk minibus yang membawa rombongan pengantar haji pada Jumat (1/5/2026) dini hari di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Akibatnya empat orang meninggal dan lima orang mengalami luka-luka.
Empat hari sebelumnya, Argo Bromo Anggrek menyeruduk rangkaian KRL Commuter Line di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Sebnyak 16 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu.
Kecelakaan di Bekasi Timur Tewaskan Belasan Orang
Masih segar di inatan insiden pertama yang melibatkan KA Argo Bromo nggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang mengalami gangguan setelah tertemper kendaraan di perlintasan sebidang.
Baca juga: Update Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: 16 Orang Meninggal
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas tidak dapat berhenti tepat waktu hingga terjadi tabrakan dengan rangkaian KRL yang sedang berhenti.
Lokomotif bahkan menembus bagian gerbong dalam insiden tersebut.
Data sementara menyebutkan sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi tersebut.
Tabrakan di Grobogan Kembali Terjadi
Belum sepekan berselang, kecelakaan kembali terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
KA Argo Bromo Anggrek menabrak sebuah minibus di perlintasan tanpa palang pintu.
Mobil tersebut diketahui membawa rombongan pengantar jemaah haji.
Dari total sembilan penumpang, empat orang meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.
Benturan keras membuat kendaraan terpental hingga sekitar 20 meter ke area persawahan.
KAI Lakukan Pemeriksaan Rangkaian
Setelah insiden, rangkaian kereta sempat dihentikan di Stasiun Kradenan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
PT Kereta Api Indonesia memastikan perjalanan kembali dilanjutkan setelah dinyatakan aman.
Pihak KAI Daop 4 Semarang menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan melakukan evaluasi terkait keselamatan perjalanan.
Total Korban Mencapai 20 Orang
Dengan dua kejadian beruntun tersebut, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 20 orang, terdiri dari korban insiden di Bekasi dan Grobogan.
Pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dua kecelakaan tersebut.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
| Pasca Kecelakaan Kereta, Perlintasan Sebidang di Jalan Ampera Dipasang Palang Besi |
|
|---|
| Sebelum Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pemkot Akui Kerap Ajukan Palang Pintu Sejak 2022 |
|
|---|
| Pasca Kecelakaan Kereta, Penumpang KRL Minta Perlintasan Liar Ditutup Permanen |
|
|---|
| Ikut Berbelasungkawa, Sejumlah Penumpang KRL Letakkan Bunga di Stasiun Bekasi Timur |
|
|---|
| Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Usulan Gerbong Belakang Diisi Penumpang Laki-laki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Lakalants13.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.