Pemkot Bekasi
Pedagang Sapi Curhat Daging Sapi Langka, Tri Adhianto Lapor KDM
Ringkasan Berita:
- Pedagang di Pasar Baru Bekasi mengeluhkan kelangkaan daging sapi akibat pasokan dari peternak dibatasi sejak tiga hari terakhir.
- Stok menurun membuat pedagang hanya bisa membeli tiga ekor sapi dari biasanya lima ekor, sementara harga daging naik menjadi Rp180 ribu per kilogram.
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menemukan indikasi pembatasan distribusi dan Pemkot akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar serta pemerintah pusat untuk mengatasi kelangkaan jelang Lebaran.
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Kelangkaan daging sapi mulai dikeluhkan para pedagang di Pasar Baru, Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut bahkan memicu keluhan langsung kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat melakukan pemantauan di lapangan.
Pedagang Keluhkan Pasokan Sapi Dibatasi
Seorang pedagang sapi, Soleh, mengatakan penjualan daging saat ini terdampak akibat keterbatasan pasokan dari peternak.
“Sapi-nya dibatasi, tidak boleh banyak,” kata Soleh saat ditemui di lokasi, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, stok sapi di tingkat peternakan sedang kosong dan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir atau mulai Senin (16/3/2026).
Stok Menurun, Pembelian Pedagang Dibatasi
Soleh menjelaskan, pembatasan pembelian cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika biasanya ia dapat memesan hingga lima ekor sapi, kini hanya diperbolehkan membeli tiga ekor saja.
Meski harga daging naik menjadi Rp180 ribu per kilogram, ia mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan harga selama stok tetap tersedia.
Harga Naik, Pedagang Jual Sisa Daging
Akibat keterbatasan pasokan, pedagang hanya dapat menjual sisa daging dengan kualitas yang kurang optimal.
Soleh berharap kondisi pasokan segera kembali normal agar penjualan dapat berjalan seperti biasa.
Wali Kota Bekasi Temukan Indikasi Kelangkaan
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku baru menemukan adanya indikasi kelangkaan daging sapi, baik dari pasokan lokal maupun rumah pemotongan hewan (RPH).
Ia menyebut terdapat indikasi pembatasan distribusi yang masih dalam tahap penelusuran awal.
Pemkot Akan Koordinasi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat
Tri memastikan Pemerintah Kota Bekasi akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mencari solusi.
Ia menduga kelangkaan dipengaruhi distribusi yang terhambat serta meningkatnya permintaan menjelang Lebaran dan menargetkan persoalan tersebut dapat segera teratasi dalam waktu dekat. (M37/Advertorial Diskominfo Kota Bekasi)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/tri-adhianto44.jpg)