Respons Ancelotti Dikritik karena Coret Neymar dari Skuad Timnas Brasil
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, merespons kritik terkait keputusannya tidak memasukkan Neymar ke dalam skuad jelang laga uji coba
Ringkasan Berita:
- Pelatih Brasil Carlo Ancelotti merespons kritik usai tidak memasukkan Neymar dalam skuad laga uji coba melawan Perancis, menegaskan keputusan diambil demi kebutuhan tim.
- Brasil memprioritaskan keseimbangan permainan dan fleksibilitas taktik karena kondisi serta performa Neymar dinilai belum pasti.
- Laga kontra Perancis menjadi ujian penting jelang turnamen besar, sementara Vinicius Junior tetap memberi dukungan kepada Neymar.
TRIBUNBEKASI.COM– Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, merespons kritik terkait keputusannya tidak memasukkan Neymar ke dalam skuad jelang laga uji coba melawan Timnas Perancis.
Pertandingan Brasil vs Perancis dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette, Orlando, Amerika Serikat, Jumat (27/3/2026) pukul 03.00 WIB.
Ancelotti Tanggapi Kritik Soal Neymar
Absennya Neymar dari daftar pemain untuk menghadapi Perancis serta Kroasia pekan depan menjadi sorotan publik dan media.
Menanggapi hal tersebut, Ancelotti memilih tidak memperpanjang polemik mengenai keputusan teknisnya.
“Saya mengamati semuanya. Itu hal yang normal, dalam sepak bola semua orang punya opini. Tidak ada ilmu pasti dalam sepak bola. Saya harus menghormati semua pendapat,” ujar Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu menegaskan setiap keputusan diambil berdasarkan kebutuhan tim secara keseluruhan.
Fokus Jaga Keseimbangan Tim
Menurut Ancelotti, staf pelatih saat ini lebih memprioritaskan keseimbangan permainan dibanding bergantung pada satu pemain.
Situasi Neymar disebut menimbulkan ketidakpastian, baik dari sisi kondisi fisik maupun performa. Karena itu, Brasil menyiapkan pendekatan permainan yang tetap agresif namun seimbang.
Ia menyebut Brasil kemungkinan menggunakan empat pemain depan saat menghadapi Perancis, tetapi tetap menjaga stabilitas permainan.
“Perancis adalah tim berkualitas. Mereka punya kualitas di lini depan dan kecepatan. Sangat penting bagi tim untuk bermain seimbang,” katanya.
Ancelotti menambahkan timnya mampu bermain fleksibel, baik melalui penguasaan bola maupun serangan balik cepat dikutip dari kompas.com
Laga Kontra Perancis Jadi Ujian Penting
Ancelotti menilai pertandingan melawan Perancis menjadi tes penting bagi Brasil menjelang turnamen besar mendatang.
Menurutnya, laga tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur sikap serta kualitas permainan tim menghadapi lawan kuat yang berpotensi menjadi favorit Piala Dunia.
Sementara itu, Vinicius Junior memberikan dukungan kepada Neymar. Ia menilai tekanan terhadap seniornya merupakan hal yang wajar dalam sepak bola.
“Dia salah satu idola saya. Dia melakukan segalanya untuk kembali 100 persen dan kembali ke tim nasional,” ujar Vinicius.
Neymar yang kini berusia 34 tahun tercatat sebagai top skor sepanjang masa Timnas Brasil dengan koleksi 79 gol sejak debut pada usia 18 tahun.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google New
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/neymar.jpg)