Berita Kriminal
Perampokan 5 Kilogram Emas di Medan Diduga Kelompok Teroris? Ini Penjelasan Direskrimum Polda Sumut
Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihaknya menemukan ada tiga selongsong di lokasi kejadian.
Penulis: Dedy | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM --- Aksi perampokan di dua toko emas di Pasar Simpang Limun di jalan Sisingamangaraja Medan bikin geger masyarakat.
Selain empat bandit yang beraksi membawa senjata api laras panjang dan laras pendek, jumlah emas yang dibawa kabur komplotan ini sangat fantastis jumlahnya.
Melansir Tribunnews.com, seluruh perhiasan yang ada di etalase toko diambil semua.
Total berat perhiasan emas yang digasak mencapai 4 kilogram hingga 5 kilogram dan kerugian masih dihitung.
Lalu, apakah kawanan perampok yang melancarkan aksi brutalnya itu diduga bagian kelompok teroris?
Hingga saat ini pihak kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) masih menyelidikinya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, menyatakan hingga saat ini belum dapat mengatakan aksi perampokan ini ada kaitannya dengan terorisme.
"Sementara belum, kami masih melakukan penyelidikan," sebutnya seperti dilansir Tribunnews.com, Jumat (27/8/2021).
Menurut fakta yang diterima di lokasi kejadian, jumlah pelaku ada empat orang.
Aksi mereka berlangsung cepat. Pemilik toko juga tidak berani menjerit lantaran diancam menggunakan senjata mirip pistol.
"Mereka masuk ke toko bawa senjata laras panjang dan pendek," kata Tasmawati, seorang warga di lokasi, Kamis (26/8/2021).
Tasmawari mengatakan, para pelaku menggasak semua perhiasan yang ada di etalase toko.
Setelah berhasil menguasai seluruh perhiasan di toko emas, para pelaku berusaha kabur.
Amankan 3 selongsong
Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihaknya menemukan ada tiga selongsong di lokasi kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Perampok-bersenjata-api.jpg)