Kemensos Siapkan Anggaran Rp24 Miliar untuk Yatim, Piatu dan Yatim Piatu Terdampak Covid-19
Kemensos mendorong pemda mengakselerasi proses pendaftaran terhadap anak yatim, piatu dan yatim piatu, agar segera bisa diberikan bantuan
Mensos juga berpesan agar mereka tidak menyerah, terus melanjutkan sekolah agar menjadi orang yang berhasil.
Mensos Risma juga menyatakan akan menjadi ibu dari ketiga anak yatim yaitu Adinda Rizkita Pranata, Jidan Ayesha Ihza Erino, dan Stefanus Oktaviano. “Sekarang Ibu Risma yang menjadi ibu kalian. Ibu akan pantau kalian di sekolah ya,” kata Mensos.
Penerima bantuan Atensi lainnya yaitu Yayu Indarwati yang mengaku ingin mengembangkan usahanya. “Ya, saya cuma punya mesin jahit manual saja. Sekarang udah dapet mesin obras dari Kemensos, saya senang dan semoga bisa meningkat pendapatan saya. Saya makin semangat,” katanya.
Begitu juga dengan Husni Mubarok, salah satu penyandang disabilitas netra yang mendapat bantuan tongkat penuntun adaptif.
Ia mengaku tongkat penuntun adaptif sangat efektif dan efisien untuk penyandang disabilitas netra total.
“Tongkat Penuntun Adaptif ini membantu sekali. Saya jadi lebih tenang dan merasa aman saat berjalan. Saya berharap dengan tongkat ini orientasi saya jadi lebih baik dan banyak teman-teman netra lainnya bisa mendapatkan tongkat pintar ini,” kata Husni.
Dukungan Atensi merupakan kolaborasi dari balai-balai rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial yaitu Balai Besar Prof. Dr. Soeharso, Balai Besar Kartini, Balai Satria, Balai Antasena, Balai Margo Laras dan Balai Mahatmiya.