Berita Karawang
Puluhan Warga Keracunan Makanan di Kota Baru Karawang, Korban Alami Pusing, Muntah-muntah, dan Diare
Nurjanah mengaku, dirinya mengalami sakit kepala, muntah-muntah bahkan diare yang tak kunjung henti.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Nurjanah (35), menjadi korban keracunan makanan di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Nurjanah mengaku, dirinya mengalami sakit kepala, muntah-muntah bahkan diare yang tak kunjung henti.
Demikian yang dikatakan warga Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang itu.
Nurjanah saat ini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Kota Baru, pada Sabtu (4/9/2021).
Baca juga: Santap Hidangan Acara Pengajian Diduga Jadi Penyebab Puluhan Warga Keracunan di Kota Baru Karawang
Baca juga: Puluhan Warga Desa Cikampek Utara Alami Keracunan Makanan Dirawat di Rumah Sakit Hingga Puskesmas
Baca juga: Puluhan Warga Cikampek Utara Keracunan Makanan, 10 Orang Sudah Pulang, Sisanya Masih Dirawat
Dirinya alami keracunan makanan setelah menyantap hidangan makanan di acara pengajian.
Acara pengajian digelar di Musola Nurul Huda di Dusun Kampung Baru Timur, RT 01 RW 08 Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kamis (2/9/2021).
"Iya awalnya nyeri hulu (sakit kepala), muntah-muntah sama buang air besar terus," ungkapnya kepada wartawan TribunBekasi.com.
Nurjanah sebut nasi besek berisi telur balodo urap, mie, tempe tahu dan sambal serta lalapan dimakannya pada malam harinya sepulang dari pengajian tersebut.
Dirinya baru mulai merasakan gejala itu ketika hendak tidur, dia mulai gelisah dan sakit pada bagian perut hingga pusing kepala.
"Habis makan mau tidur itu engga bisa, perut sakit. Sampai saya minum obat sakit perut, tetap aja engga bisa tidur," imbuh dia.
Pada pagi harinya dia mengalami buang air besar terus menurus hingga badannya terasa lemas.
Tak kuat dengan kondisi yang dialaminya, ia akhirnya menghubungi pihak puskesmas desa setempat.
Hingga akhirnya, ia pun langsung dibawa untuk dilakukan perawatan.
"Lemas pas dibawa sudah engga kuat, alhamdulillah di sini langsung dirawat dikasih infus sama obat."
"Sudah mendingan, tinggal lemas sama masih buang air saja," katanya.
Keracunan itu juga dialami istri dan anak Yanto (46) warga Desa Cikampek Utara.
Dia mengungkapkan selepas pulang pengajian istrinya membawa nasi besek.
Lalu, usai magrib istri dan anaknya menyantap makanan tersebut.
"Istri sama anak saya mulai kerasanha itu besok paginya, pusing mual muntah-muntah sama buang air," terang dia.
Istri dan anaknya sempat dirawat di rumah, akan tetapi karena kondisinya makin memburuk pada Sabtu (3/9/2021) pagi langsung dibawa ke Puskesmas Kota Baru.
"Jumat pagi mulai kerasa gejalanya, lama-lama semakin parah. Ini makanya dibawa ke puskesmas," katanya.
Kepala Puskemas Kota Baru, dr Sari Ati Astuti menjelaskan, 21 warga keracunan datang ke Puskesmas Kota Baru, pada Sabtu (4/9/2021) pukul 09.00 WIB.
Mereka semua mengalami gelaja pusing kepala, mual, serta buang air besar.
Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, 10 warga telah diizinkan pulang untuk berobat jalan.
Sedangkan 11 warga lainnya masih dalam perawatan.
"10 warga yang diizinkan pulang itu kondisinya tidak terlalu parah. Setelah mendapatkan perawatan dan diberikan obat diperbolehkan pulang untuk nanti berobat jalan," katanya kepada Wartakotalive.com, pada Sabtu (4/9/2021).
Dia mengungkapkan untuk 11 warga masih dirawat karena kondisinya lemas dan butuh mendapatkan infus.
"Mereka yang dinfus karena mengalami dehidrasi berat karena muntah dan buang air parah," imbuh dia.
Dari laporan pasien kejadian keracunan terjadi di Dusun Kampung Baru Timur, RT 01 RW 08 Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru usai makan makanan dari kegiatan di Musola.
"Kejadiannya itu hari Kamis (2/9/2021) malam, nah ini mungkin karena masa inkubasinya berbeda jadi baru kerasa hari ini. Mungkin ada juga yang kerasa sejak kemarin, tapi parahnya hari ini," ungkap dia.
(TribunBekasi.com/MAZ)