Rabu, 13 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Usir Hama di Lahan Pertanian, Dinas Pertanian Karawang Gunakan Jasa Burung Hantu

Penggunaan burung hantu itu dinilai efektif karena membuat hasil panen padi di wilayah Kabupaten Karawang terbilang cukup baik.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggunakan inovasi burung hantu untuk membasmi hama.

Inovasi itu dinilai efektif karena membuat hasil panen padi di wilayah Kabupaten Karawang terbilang cukup baik.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi mengatakan, sejak dibuatnya penangkaran burung hantu di beberapa titik persawahan kini menjadi aman dari hama tikus.

"Selama ini aman, karena kita untuk tikus pun kita sudah punya burung hantu, nah itu kan ciptaan Tuhan yang bisa kita manfaatkan," katanya pada Kamis (9/9/2021).

Dia mengungkapkan rumah burung hantu itu sangat efektif, bahkan di Kecamatan Majalaya yang merupakan wilayah yang paling banyak terserang hama tikus itu sudah berjalan efektif.

"Makanya kita coba di Kecamatan Majalaya, kita siapin rumahnya oleh kita, nanti tuh datang sendiri, namanya Rumah Burung Hantu disingkat Rubuha, kita bantu berapa titik tuh rumahnya, nanti dia bisa sampai makan 20 tikus dalam satu hari," ujarnya.

Upaya mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman atau hama tikus sengaja digulirkan di Karawang setelah upaya yang sama diketahui telah berhasil di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Hanafi menyebutkan keberadaan penangkaran burung hantu cukup efektif mengatasi hama tikus. Dia menyarankan agar petani yang areal sawahnya setiap musim diserang hama tikus, bisa membuatnya penangkaran burung hantu di areal sawahnya

Adapun untuk harga harga gabah (GKP) rata-rata Rp 5.000. Hanafi menyebut, sejauh ini juga belum ada laporan tentang turunnya harga panen. Lebih lanjut, dengan adanya program Indeks Pertanaman (IP) 400 yang saat ini tengah digalakkan oleh pihaknya.

"Belum sih, belum ada laporan ya, serangan hama juga belum ada, cukup bagus ya. Memang kita ada program untuk meningkatkan produktivitas, kalau bisa pakai IP 400 sekali panen setahun, ini baru kita coba, di Ciampel ya," ujar dia.

Dengan IP 400, kata dia, pihaknya justru kini mendorong para petani untuk mampu panen empat kali dalam satu tahun. Pasalnya, dengan IP 400 ini petani sudah harus bisa menjajal program tersebut dengan mengefektifkannya.

"Selama ini kan kita panen setahun 2 sampai 3 kali, nah ini dicoba IP 400, ini untuk pada yang umurnya pendek gitu, yang umur 80 hari lah, mudah-mudahan bisa, kalau 80 hari memang semainya tuh harus di luar sawah," ujarnya.

"Jadi pas habis panen itu sudah semai di luar, terus semasa olah itu pas selesai langsung tanam lagi," imbuhnya.

Untuk yang sudah panen empat kali dalam satu tahun ini, lanjut dia, sudah ada yang berhasil menerapkannya.

"Jadi kalau tanam cepat yang empat kali kita coba bisa, karena verietasnya sudah tentu banyak, dulu kita coba verietasnya pakai M70d, nah itu memang sekitar 75 harian ya," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved