Berita Bekasi
Pengurus RW Ini Ungkap Kronologi Densus 88 Anti Teror Menangkap Dua Terduga Teroris di Kota Bekasi
Detik-detik penangkapan terduga teroris ini diceritakan langsung oleh seorang pengurus RW di RT 01/05, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI UTARA - Jajaran Densus 88 Anti Teror menangkap dua terduga teroris di Kota Bekasi, Jumat (10/9/2021).
Detik-detik penangkapan terduga teroris ini diceritakan langsung oleh seorang pengurus RW di RT 01/05, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Ia membeberkan, penangkapan teroris yang terjadi di wilayahnya terjadi pada pagi hari dan dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror.
Tercatat, ada dua terduga teroris diamankan anggota Densus 88 Anti Teror dari dua lokasi berbeda di Kota Bekasi.
Baca juga: Tetangga Sebut Terduga Teroris di Grogol Petamburan yang Menikahi Janda Sombong dan tak Gaul
Baca juga: Nurlaila tak Menyangka Tetangga yang Menikahi Janda Beranak Tiga adalah Terduga Teroris
Baca juga: Tak Hanya Dikenal Baik, Terduga Teroris di Bekasi Timur Juga Sering Hadiri Pengajian Warga
Dua terduga itu berinsial S dan MEK.
Ketika pengrebekan terjadi, Tohroni selaku pengurus RW 05 mengungkapkan saat itu dirinya tiba-tiba didatangi dua orang.
Saat itu ia berfikir dua orang tersebut tenaga mengurus administrasi, rupanya kedua orang tersebut mengaku sebagai polisi.
"Saya kira mau minta stempel gitu untuk administrasi warga ternyata warga tersebut dari pihak Kepolisian," kata Tohroni ditemui Tribunbekasi.com, Jumat (10/9/2021).
Kedua orang tersebut juga langsung memastikan dengan memperlihatkan sebuah surat.
Kendati demikian Tohroni tak begitu mencermati surat tersebut, yang ia ingat dalam surat tersebut ada logo Polri.
Di saat itu keduanya pun meminta izin.
"Intinya adalah meminta izin ke lembaga rw untuk menemani ke rumah yang bersangkutan, setelah itu saya ganti pakaian, karena saya ganti pakai baju pendek," katanya.
Setelah itu, dirinya hanya bisa menemani beberapa petugas polisi yang masuk ke dalam rumah terduga teroris tersebut.
Ia mengaku tak ikut melihat pengeledahan, sebab saat itu sudah didampingi oleh Pak RT.
"Di situ ada pak rt juga, beberapa saat setelah itu turun, polisi mengatakan pak nanti kalau ada apa-apa nanti dikasih tahu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Penampakan-rumah-terduga-teroris.jpg)