Senin, 11 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Teh Celli Gelar PTM untuk Murid Kelas VI SD dan SMP Karawang Mulai 14 September

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, mengizinkan murid kelas VI SD dan SMP menggelar PTM dengan prokes ketat pada 14 September 2021.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
TribunBekasi.com
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, akhirnya memperbolehkan PTM bagi pelajar berusia 12 tahun ke atas pada 14 September 2021. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana akhirnya memperbolehkan digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 14 September 2021.

Namun, PTM tersebut masih sangat terbatas, yakni untuk siswa berusia 12 tahun ke atas.

Baca juga: Densus 88 Polri Tangkap Tiga Terduga Teroris di Bekasi Jumat Pagi

Artinya, baru pada siswa kelas VI SD dan SMP.

Dilakukannya uji coba PTM, ini karena wilayah Karawang sudah masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.

"Sebenarnya dari PPKM level 3 sudah bisa PTM, tapi kami memilih tidak,” ujar Cellica, Kamis (9/9/2021).

“Nah sekarang ini PPKM level 2, dinilai lebih aman jadi kita mulai lakukan uji coba PTM," imbuhnya. 

Cellica yang akrab disapa teh Celli, menyatakan uji coba tersebut dilakukan hanya di beberapa sekolah, belum serentak.

PTM ini juga dilakukan terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pemkab Karawang juga akan menentukan sekolah mana yang akan dilakukan uji coba.

Baca juga: Ramalan Zodiak Jumat 10 September 2021, Virgo Cakap Tangani Masalah, Pisces Pandai Membagi Waktu

Dengan ketentuan kapasitas tiap kelas 50 persen, plus prokes ketat seperti jaga jarak, masker, dan hand sanitizer.

Dia menegaskan para siswa tidak diperkenankan jajan di luar sekolah.

Proses belajar dibatasi dua jam dan dibagi sistem bergilir.

"Orang tua juga diimbau untuk antar jemput anaknya, untuk memastikan anak langsung kembali ke rumah tidak bermain," ungkapnya.

Dijelaskan juga, vaksinasi bagi belajar jadi syarat PTM. Namun, memang tidak mutlak.

Untuk jenjang SMA dan SMK, kata Cellica, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Bidik Pasar Milenial, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Pencarian Properti dan Pengajuan KPR

Begitu pun dengan perguruan tinggi yang ada di Karawang, ia mengaku akan berkomunikasi dengan pihak terkait.

"Kami juga telah menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pendidikan,” ujarnya.

“Satgas ini nantinya akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba PTM di sekolah-sekolah yang ditunjuk," imbuhnya.

Politisi Partai Demokrat itu juga menambahkan izin orang tua menjadi syarat agar siswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka.

Pihak sekolah tidak diperkenankan memberikan sanksi misalnya berhubungan dengan nilai, apabila ada siswa yang tidak diberikan izin PTM.

Baca juga: Tiga Teroris Diringkus Densus 88, Kabag Penum Div Humas Polri: Satu Pelaku Menjabat Dewan Syuro JI

"Saya rasa enggak bisa kita memaksakan dalam situasi seperti ini (pandemi Covid-19). Walaupun sangat banyak sekali yang pengen bener-bener sekolah tatap muka, karena kangen sekolah dan teman- temannya. Tapi ada juga orangtua yang masih khawatir," ungkapnya.

Sebelumnya, teh Celli , menyatakan pihaknya tak mudah menggelar PTM, jika 70 persen pelajar di Karawang telah divaksin.

Cellica mengatakan, dirinya tidak ingin wilayah Karawang yang sudah masuk risiko rendah hingga dua minggu berturut-turut tiba-tiba kembali mengalami peningkatan kasus kembali.

Apalagi untuk anak-anak ini perlu kewaspadaan khusus agar terhindari dari terpapar corona.

"Jangan sampai resiko rendah dua minggu berturut-turut dengan penilaian yang baik tiba gitu kan (kasus naik)," imbuh Cellica.

Baca juga: Gandeng Pihak Kantor Imigrasi, Sekber INI Karawang Hadirkan Layanan Easy Pasport di Ruko Resinda

Dijelaskannya, PTM itu harus dipersiapkan dengan matang. Mulai dari sarana prasarana protokol kesehatan, jam pelajaran, serta rotasi siswa saat di sekolah.

Sebab, pada pelaksanaannya PTM ini harus benar-benar berjalan dengan baik, jangan sampai justru terjadi peningkatan kasus hingga klaster sekolah.

"Jadi kan kita harus bener-bener diatur kaya jam pelajaran, terus masalah harinya hari apa, masalah perputaran rotasi itu harus ya, seperti interaksi dengan tukang dagang seperti apa, masalah dengan komitmen-komitmen dengan sekolah, siswa dan orangtua itu harus dibahaskan," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan PTM bagi tingkat SMA yang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Barat.

Teh Celli juga meminta agar mengikuti keputusannya yang belum memperbolehkan menggelar belajar tatap muka.

"Karena ketika ada apa-apa dilapangan, ini kan bukan hanya berbicara masalah global kewenangan tetapi kita berbicara kondisi daerah. Jadi tahan dulu jangan dulu," katanya.

Baca juga: Hatta Rajasa Sanjung Pembangunan JTTS yang Menghemat Jarak Tempuh Lampung-Banda Aceh hingga 60 Jam

Sebelumnya, Kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat masih daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Olaharga Asep Junaedi, saat dihubungi pada Senin (30/8/2021).

Asep menjelaskan pihaknya masih berpegang teguh pada keputusan tim Satuan Tugas Covid-19 Karawang, bahwa KBM masih dilakukan secara daring hingga 31Agustus 2021.

Meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memperbolehkan wilayah dengan penerapan PPKM level 3 untuk menggelar belajar tatap muka.

"Dalam Imendagri dituliskan dapat bukan wajib, jadi kami lebih memilih berhati-hati dalam memulai belajat tatap muka," jelas dia.

Dijelaskannya, keputusan itu bisa saja berubah, dengan mempertimbangkan situasi kondisi kasus Covid-19 di seluruh kecamatan di Karawang.

Diberlakukan di zona hijau

Satgas Covid-19 Karawang sendiri menginginkan pelaksanaan belajar tatap muka dapat dilakukan jika seluruh wilayah telah zona hijau.

Akan tetapi, hal itu masih akan kembali dirapatkan kembali.

"Belajar online karena berbagai pertimbangan, Karawang kasusnya mulai landai jangan sampai melonjak lagi ada klaster baru," ungkap dia.

Dia mengungkapkan untuk persiapan belajar tatap muka, sejauh ini sarana dan prasarana sekolah sudah disiapkan.

Mulai dari alat pengukur suhu tubuh atau thermogun, tempat cuci tangan dengan air mengalir, masker, dan menerapan jaga jarak ditiap ruang kelasnya.

"Izin orangtua kalau edarannya jelas akan dibuatkan kembali," imbuh dia.

Dia menambahkan untuk vaksinasi pelajar sudah mencapai 50 persen atau sekitar 53 ribu pelajar yang telah divaksin.

Jumlah murid SMP ada sekitar 85 ribu sedangkan murid kelas 6 SD ada sebanyak 35 ribu.

"Vaksinasi pelajar ini juga jadi pertimbangan untuk dilaksanakannya belajar tatap muka terbatas di Karawang," paparnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved