Berita Daerah
Uu Ruzhanul Ulum Selalu Ingat Pesan Kakek untuk Hindari Diri dari Korupsi
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, memegang teguh pesan sang kakek, bahwa untuk jadi pejabat publik harus tahan godaan dan hindari korupsi.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mempunyai caranya sendiri dalam membentengi diri dari tindakan korupsi.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu selalu teringat akan pesan yang disampaikan sang kakek, KH Khoer Affandi.
Baca juga: Bos PLN Pastikan Perseroan Siap Pasok Daya ke Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang
“Kata kakek saya, hidup ini harus merasakan, merasa diri orang hina, harus rendah hati supaya derajat kita naik,” ucap Uu baru-baru ini.
“Kalau merasa besar di hadapan orang, akan rendah dengan sendirinya. Mungkin filosofi itu yang saya pakai,” sambungnya.
Uu sendiri merasa hidup yang saat ini dijalaninya tidak lah sederhana.
Masih banyak orang lain yang hidupnya masih di bawah daripadanya.
“Saya selalu berpikir hidup saya ini tidak sederhana. Ya sekarang orang lain tidak pakai mobil saya pakai mobil, orang lain bajunya tidak begini saya bajunya begini,” ungkapnya.
“Orang lain misalnya banyak hidupnya di bawah hidup saya. Jadi saya enggak sederhana,” ujar Uu.
Baca juga: Pantjoran PIK Gelar Kompetisi Mural Bertema Pecinan, Ingin Ikutan? Simak Persyaratannya
Meski demikian, Uu mengaku dirinya bukan lah pejabat yang sempurna dan tanpa kesalahan.
Menurutnya, masih banyak yang harus diperbaiki.
“Ya saya juga kan bukan pejabat yang sempurna ada saja mungkin kelemahan, kekurangan, pelanggaran yang dilakukan oleh saya,” tuturnya.
Uu pun berharap agar pelanggaran-pelanggaran yang mungkin pernah dilakukannya mendapat ampunan dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Mudah-mudahan pelanggaran yang dilakukan oleh saya Allah ampuni karena saya bukan orang yang sempurna,” ucap Uu.
Baca juga: Turun Rp 14.000 per Gram, Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Jadi Rp918.000 per Gram
Uu pun menyadari pentingnya dua jenis pendidikan agama yang saling mengisi satu sama lain.
Pendidikan agama yang pertama yakni yang bersifat ukhrawi (mengenai akhirat) dan yang kedua pendidikan agama yang bersifat duniawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/uu-ruzhanul.jpg)