Berita Nasional

Berperan Penting dalam Perekonomian Indonesia, Pemerintah Berikan Bantuan Modal untuk 64,2 Juta UMKM

Menurut Airlangga, UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Editor: Dedy
Dok Partai Golkar
ILUSTRASI -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto diberikan kain batik bermotif Mahkota Swastika oleh pelaku UMKM Saeful Ghofur (45), dalam acara dialog UMKM dan penyaluran KUR di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM ---  Pemerintah terus memberikan dukungan penuh permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Airlangga Minggu (26/9/2021).

Selain itu kata Airlangga, pemerintah juga telah menyiapkan program-program untuk mendukung UMKM ini.

Diantaranya termasuk subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM.

Baca juga: Temui Pelaku UMKM di Solo, Airlangga Hartarto: Pandemi Covid-19, Pendapatan Turun Sampai 50 Persen

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan BLT UMKM, Apakah Disalurkan Kembali di Tahun 2022? Simak Penjelasan Pemerintah

Tak hanya itu, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), serta insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.

Berbagai program tersebut ditujukan untuk meringankan dampak pandemi terhadap UMKM melalui program bantuan dari sisi permodalan.

Tercatat bahwa realisasi BPUM telah disalurkan kepada 12,8 juta usaha mikro dengan masing-masing nilai bantuan sebesar Rp1,2 juta.

Menurut Airlangga, UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), tercatat pada bulan Maret 2021 jumlah UMKM mencapai 64,2 juta.

Jumlah UMKM tersebut berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

UMKM juga tercatat mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Di sisi lain, kemampuan permodalan UMKM khususnya selama pandemi mengalami kendala.

Menurut survei Badan Pusat Statistik tahun 2020, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19.

Sementara menurut Laporan Pengaduan ke Kemenkop UKM per Oktober 2020, sebanyak 39,22 persen UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi Covid-19.

“Hal ini memperlihatkan bahwa bantuan permodalan bagi UMKM menjadi hal yang penting. Sejak tahun 2020, Pemerintah telah memberikan dukungan bagi UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Airlangga.

Sementara BT-PKLW yang mulai berjalan di bulan September ini diberikan kepada 1 juta PKL dan Warung masing-masing sebesar Rp1,2 juta yang disalurkan secara tunai melalui POLRI dan TNI.

“Guna mempercepat pemulihan UMKM, Pemerintah juga meningkatkan plafon KUR dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun di 2021,” pungkas Menko Airlangga. 

(Sumber : Tribunnews.com/Ismoyo)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved