Berita Bisnis
Pemerintah Diharapkan Dampingi dan Bina Pelaku UMKM dalam Migrasi Digital
Digitalisasi UMKM memang sangat diperlukan di tengah adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, serta protokol kesehatan yang harus dijalankan.
TRIBUNBEKASI.COM — Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) berharap pemerintah tak hanya mendorong digitalisasi kegiatan operasional pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).
Namun pemerintah dan stakeholder terkait juga diharapkan melakukan pendampingan atau pembinaan kepada sumber daya manusia atau pelaku UMKM khususnya usaha mikro.
“Sekarang itu yang harus diperhatikan justru yang hilir seperti SDM-nya. Karena pengembangan dan edukasi tentang sumber daya manusia itu harus terus diperbaiki,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorini, Kamis (30/9/2021).
Menurutnya, digitalisasi UMKM memang sangat diperlukan di tengah adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, serta protokol kesehatan yang harus dijalankan.
Ditambah lagi, saat ini masyarakat aktivitasnya sangat dekat dengan media sosial, dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. “Sekarang kan eranya orang yang punya skill berdagang itu akan maju duluan,” sambungnya.
Hal dasar yang harus dimengerti oleh pelaku UMKM ketika bermigrasi menjadi digital adalah, bagaimana pelaku usaha tersebut dapat mengelola bisnisnya melalui platform e-commerce.
Tak hanya sampai disitu, dalam mengembangkan bisnisnya pelaku UMKM juga harus mahir memanfaatkan aplikasi atau media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang digunakan untuk memasarkan produk dan menggaet pelanggan.
Terbukti, migrasi UMKM menjadi digital dapat mengurangi biaya pemasaran, meningkatkan jumlah pelanggan, hingga efisiensi manajemen.
“Kalau kita ingin mengurusi (mendongkrak kinerja) pelaku mikro yang jumlahnya besar itu, harus diberikan pendidikan, pelatihan, pembinaan, serta pendampingan yang maksimal. Dengan begitu, saya yakin UKM mikro akan meningkat dan berkontribusi lebih maksimal,” papar Hermawati.
“Yang utama sebenarnya pelatihan sih. Karena kalau kita mendorong go digital tapi kalau nggak diajarin ya nggak bakal bisa,” pungkasnya. (Tribunnews.com/Ismoyo)