Berita Daerah

Gilbert Simanjuntak Menilai Dokumen Katanya vs Faktanya Formula E Masih Angan-angan

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, menilai dokumen yang berjudul 'Katanya vs Faktanya' soal Formula E masih bersifat imajiner.

warta kota/yolanda putri dewanti
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (28/09/21). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengeluarkan dokumen ‘Katanya vs Faktanya’ berisi 12 poin tentang Formula E pada pekan lalu.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai, pernyataan Diskominfotik DKI masih berupa prediksi, karena ajang balap Formula E baru akan digelar pada Juni 2022 mendatang.

Baca juga: Belum Terungkap, Pembunuh Wanita dengan Belasan Luka Tusuk Masih Dicari Polisi

“Fakta adalah sesuai yang sudah terjadi, sehingga dalam penjelasan Diskominfotik tidak boleh disebutkan fakta, tapi sesuatu yang masih dalam perkiraan,” kata Gilbert, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, perkiraan merupakan sesuatu yang imajiner atau angan-angan dan sesuatu yang tidak ada angka perhitungannya.

Karena itu, pernyataan Diskominfotik dinilai tidak terukur (intangible), sehingga hanya sebagai kata-kata yang tidak ada dasarnya.

Gilbert mengatakan, kemampuan bekerja Diskominfotik DKI harus diperiksa oleh Komisi A, karena tidak tahu bahwa bank garansi senilai Rp 423 miliar sempat dibayarkan pada 2019.

Namun pada Maret 2021 lalu, duit dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah mendapat tekanan dari DPRD DKI.

“Uang bank garansi tersebut juga sekarang tidak diketahui ada di mana, karena masuk ke bank DKI tanpa jelas disebutkan dalam APBD 2020,” ucapnya.

Baca juga: Anies Minta Kontingen Jakarta di PON XX Tetap Semangat, Beri Dukungan Melalui Video Call

“Kenapa mendadak jadi B to B (antarbisnis), padahal sejak awal adalah G to G (antarpemerintahan) sehingga dinas yang membayar commitment fee,” seloroh Gilbert.

“Ini berarti sejak awal kesepakatan yang dibangun tidak jelas. Pemprov DKI tidak bekerja dengan serius,” tegasnya.

Seperti diketahui Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, pemerintah daerah mengeluarkan informasi tersebut untuk menghindari kesalahapahaman yang terjadi tentang ajang balap Formula E.

Dia tidak menampik, begitu banyak persepsi buruk tentang rencana pemerintah daerah menggelar Formula E karena minimnya informasi.

“Iya, kan di luar (masyarakat) beredar pembiayaan pembiayannya dianggap fantastis. Itu kan harus dijawab ya, daripada dijawab orang per orang, lebih baik dijawab resmi oleh PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) DKI Jakarta,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (30/9/2021) malam.

Baca juga: Kunjungi Venue, Ketum KONI Pusat Harap Voli Pantai Bisa Jadi Cabor Andalan Indonesia

Menurut Ariza jika pemerintah tidak meluruskan informasi, kesalahpahaman dikhawatirkan bisa semakin luas. Masyarakat juga berpotensi menjadi bingung dengan polemik tentang rencana Formula E.

“Ini tugas kam untuk memberikan informasi yang baik dan benar, jangan sampai hoaks,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved