Berita Bekasi

Eks Pegawai KPK Juliandi Tigor Banting Stir Jualan Nasi Goreng di Bekasi, Begini Kisahnya

Mengandalkan sebuah grobak yang berada di depan ruko, Juliandi dengan rekannya memulai bisnis kulinernya itu.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Mantan Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak tengah meracik menu nasi goreng. 

TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK MELATI — Mantan Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak dikabarkan beralih profesi sebagai penjualan nasi goreng di wilayah Kota Bekasi.

Kabar ini pun juga sempat viral di beberapa media sosial, Tribunbekasi.com mencoba mengecek kebenaran tersebut. Dan ternyata informasi itu benar bahwa Juliandi Tigor berjualan nasi goreng di Jalan Raya Hamka, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Juliandi pun juga berkesempatan menceritakan alasannya untuk beralih profesi sementara menjadi penjual nasi goreng. Selama pemutusan kerja dari KPK, Juliandi mengaku memang tidak banyak kegiatan yang dilakukan.

Selain mengisi kekosongan untuk membaca buku, nonton YouTube dan beberapa kegiatan lain, membuat dirinya merasa kurang produktif, sehingga ia pun berfikir untuk menciptakan bisnis baru, tercetuslah menjual nasi goreng.

"Menurut saya nasi goreng itu pertama gampang diminati, semua orang mungkin engga ada yang engga suka nasi goreng gitu. Yang kedua produksinya sendiri engga susah gitu," kata Juliandi Tigor ditemui Tribunbekasi.com, Senin (11/10/2021) malam.

Mengandalkan sebuah grobak yang berada di depan ruko, Juliandi dengan rekannya memulai bisnis kulinernya itu.

Berbekal, pengetahuan memasak dan resep-resep dari YouTube, Juliandi sendiri yang mengolah nasi goreng tersebut dibantu oleh rekannya.

Tepat tanggal 30 Sepetember 2021 lah bisnis kulinernya ini mulai berjalan hingga saat ini. Sesuai dengan namanya Nasi Goreng Rempah KS.

Juliandi, ingin memiliki ciri khas sendiri pada menu nasi gorengnya itu. Paduan rempah-rempah, membuat nasi goreng recikannya itu lebih gurih.

Sementara kata KS merupakan singkatan nama daerah sekitar yaitu Kampung Sawah.

Menurut Juliandi Kampung Sawah merupakan tepat dirinya bersama rekannya untuk berdiskusi membuat bisnis kuliner ini.

"Mungkin disepanjang jalan ini ada beberapa tukang nasi goreng yang kurang lebih kita sering makan gitu, nah itu ingin saya kembangkan kira kira apa sih yang beda makannya pakai rempah," katanya.

Meski bisnisnya baru berjalan 3 minggu, Juliandi Tigor mengaku setiap malam minggu dirinya mampu menjual lebih dari 30 porsi.

Juliandi mengaku jika jumlah tersebut lumayan banyak mengingat bisnisnya baru berjalan beberapa minggu ini.

"Ya kalo bicara customer paling di hari Sabtu minggu, kalo di hari biasa sih engga. tapi kalo di Sabtu Minggu lumayan lah, bisa 20 hingga 30 porsi," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved