Minggu, 12 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bisnis

KPR Subsidi Jadi Penopang Utama, BTN Raup Laba Bersih Rp1,52 Triliun di Kuartal III-2021

Laba tersebut tersebut tumbuh 35,32 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Ilustrasi - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN 

TRIBUNBEKASI.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2021. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit BTN.

Sepanjang periode Januari hingga September 2021, Perseroan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,52 triliun.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (21/10/2021).

Menurut Haru Koesmahargyo, laba tersebut tersebut tumbuh 35,32 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Di mana pada saat itu, laba BTN tercatat sebesar Rp1,12 triliun.

Haru menjelaskan, kinerja Bank BTN tidak terlepas dari dukungan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) yang mengeluarkan berbagai kebijakan sehingga membuat industri perbankan dan sektor properti kembali menggeliat.

Baca juga: Bank Digital Punya Potensi Pasar yang Besar di Indonesia

Baca juga: Transaksi Perbankan Melalui e-channel  di Bank Syariah Indonesia Kini Capai 95 Persen

Baca juga: Bank Mandiri Kembangkan Platform Ekosistem Logistik Nasional Ditjen Bea Cukai

“Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Bank BTN,” ucap Haru.

Haru menyatakan, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021 atau naik 6,03 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,74 persen (yoy) menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021.

Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86 persen.

Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11 persen (yoy) menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021.

Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga menunjukkannya pertumbuhan positif di level masing-masing sebesar 21,28 persen (yoy) menjadi Rp5,79 triliun dan 89,77 persen (yoy) menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021.

“Dengan transformasi yang dilakukan dukungan pemerintah bersama stakeholder terkait bisnis pembiayaan perumahaan, kami optimistis mampu mendukung program Pembangunan Satu Juta Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi MBR dan milenial,” pungkas Haru. (Tribunnews.com/Ismoyo)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved