Berita Daerah
Dirlantas Polda Metro Jaya Ungkap Mobilitas Ibu Kota Naik Hingga 50 Persen selama PPKM Level 1
Waspada, saat ini aktivitas di ibu kota meningkat tajam akibat penerapan PPKM Level 1 yang semakin longgar.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Mobilitas lalu lintas di Jakarta mengalami kenaikan 30 persen hingga 50 persen selama PPKM Level 1 diterapkan.
Hal itu diungkapkan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2021).
Baca juga: Irma Darmawangsa dan Irfan Sbaztian Berkomitmen Penuhi Permintaan Fans Lewat Single ‘Ayo Kawin’
"Mobilitas sudah tinggi tadi hitung-hitungan sudah naik 30 persen, bahkan ada 40 sampai 50 persen di beberapa lokasi," ujar Sambodo.
Meski lalu lintas sudah naik, Ditlantas Polda Metro Jaya belum memperluas ganjil genap ke 25 ruas jalan ibukota.
Kawasan ganjil genap masih berlaku di 13 titik.
Hal itu merupakan hasil rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Sehingga Pergub 88 tahun 2019 terkait perluasan ganjil genap belum dapat diperluas di 25 kawasan.
Baca juga: Ahmad Albar Ternyata Punya Cerita Menarik di Balik Rambut Kribonya, Ini Ceritanya
"Ini kan Pergub 88 ada 25 kawasan, sekarang yang sudah diberlakukan 13 kawasan. Masih sisa ada 12 kawasan lagi," ujar Sambodo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2021).
Kata Sambodo, pihaknya masih mengkaji dan menentukan titik sisa 12 kawasan ganjil genap.
Rencananya 12 kawasan ganjil genap akan diutamakan di wilayah yang sudah memiliki Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Selain itu, 12 kawasan yang sudah ditentukan sebagai lokasi ganjil genap juga harus sudah memiliki transportasi umum yang memadai.
Baca juga: Zainudin Amali Berharap Venue di Papua tetap Terawat dan Dimanfaatkan Usai PON dan Peparna
Sebab saat ganjil genap diterapkan, akan ada perpindahan dari transportasi pribadi ke transportasi umum.
Apabila terakomodir kawasan tersebut akan ditetapkan sebagai lokasi ganjil genap.
"Karena ketika ganjil genap diterapkan ketat maka akan terjadi shifting perpindahan dari penggunaan kendaraan pribadi ke pengguna kendaraan umum," bebernya.
Selain itu kata Sambodo, pihaknya juga masih intensifkan ganjil genap di 13 kawasan yang sudah ditetapkan.