Berita Daerah
Muhammad Taufik Yakin Penyelidikan KPK Terkait Formula E akan Nihil, tak Ada Kerugian Negara
Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik meyakini kerja KPK untuk mengulik ajang Formula E bakal nihil. Karena tak ada kerugian negara.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menyelidiki terkait penyelenggaraan Formula E yang bakal digelar di Ibu Kota Juni 2022. Penyelidikan ini dilakukan atas laporan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakan tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan dari ajang Formula E.
"Ya, saya berkeyakinan tidak ada (kerugian negara). Aman lah," ucap Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/11/21).
Baca juga: Satlantas Polres Metro Jakarta Timur Belum Terapkan Sanksi Tilang pada Pelanggar Operasi Zebra Jaya
Politikus Partai Gerindra itu juga memastikan, anggaran Formula E tidak lagi menggunakan APBD 2022.
"Dari awal sudah enggak ada. Di seluruh unit enggak ada," tegasnya.
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Jurubicara KPK Ali Fikri mengatakan, penghentian penyelidikan dapat dihentikan jika dalam prosesnya tidak ditemukanya unsur pidana.
"Jadi, penyelidikan ini yang dicari adalah peristiwa pidananya dulu. Apakah ada atau tidak, kalau kemudian tidak ada (peristiwa pidananya) ya tidak dilanjutkan," ucap Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (11/11/21).
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Formula E di Jakarta merupakan event besar yang mampu mempromosikan Indonesia pada dunia.
Baca juga: Mantap, Anies Baswedan Diam-diam Piawai Kendarai Moge, tak Mau Kalah dengan Polwan
Perhelatan yang digelar pada 2022, ini bakal didatangi oleh atlet dari berbagai belahan dunia untuk menunjukkan kemampuannya dalam ajang balap motor dan mobil.
Menurut Erick, pada tahun 2022 akan banyak event besar di Indonesia, selain perhelatan G20 atau Group of Twenty menjadi yang utama.
Dalam Forum itu, Indonesia menjadi tuan rumah sehingga bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan.
Adapun G20 merupakan sebuah forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, yang terdiri atas 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa.
Baca juga: Teh Celli Buka Open Biding 11 Jabatan Kepala Dinas Kosong untuk Mendapat Pejabat Kompeten
Selama G20 berlangsung, terdapat 117 pertemuan yang dihadiri oleh 39 tokoh di dunia yang dimulai sejak Desember 2021 ini.
Karena itulah, kata Erick, Presiden RI Joko Widodo menaruh perhatian besar dalam Forum G20 ini.
“Jadi ini bukan kaleng-kaleng (sembarangan), dan penting karena itu statement (pernyataan) bapak Presiden jelas, bahwa kita sudah waktunya menjadi sentra dari pada dunia,” kata Erick di Hotel Bidakara, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/11/2021) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/m-taufik.jpg)