Berita Nasional

Gramapri Prihatin Melihat Aksi Mabuk-mabukan Vincentius Cs Setelah Tampil di Acara Televisi Swasta

Persoalan seputar lapas terus terjadi. Baru-baru ini masyarakat kembali dikejutkan oleh ulah sejumlah oknum napi yang pesta miras.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi - Aktivis Gerakan Masyarakat Peduli TNI-POLRI (Gramapri) , Zido Risihky, menyesali terjadinya pesta miras di dalam Lapas Narkotika Yogyakarta. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli TNI-POLRI (Gramapri) , Zido Risihky, menyayangkan aksi pesta miras yang dilakukan oleh Vincentius Titih Gita dan kawan-kawan di dalam Lapas Narkotika Yogyakarta.

Seperti diketahui, Zido baru saja memberikan kesaksian tentang dugaan pelanggaran di dalam lapas tersebut pada  sebuah acara talkshow ternama di televisi swasta nasional.

Baca juga: Masyarakat Lombok Menuai Dampak Positif digelarnya World Super Bike Mandalika, Ini Keuntungannya

Menurutnya, tindakan sembilan orang pemuda yang terekam dalam video yang viral di sejumlah grup whatsapp kalangan wartawan dan aktivis medsos tersebut bukanlah sebuah tindakan yang terpuji.

“Aksi Vincentius dan kawan-kawan ketika mabuk-mabukan dan terekam oleh kamera tersebut jelaslah bukan perbuatan yang layak ditiru, dan tentu saja sangat meresahkan masyarakat,” ucapnya, Sabtu (20/11/2021).

“Apalagi mereka masih dalam masa cuti bersyarat (CB) dan bukan bebas murni,” imbuh Zido.

Zido berharap para pemuda yang beberapa berstatus eks narapidana, maupun narapidana dengan status percobaan itu bisa melakukan instrospeksi diri.

Baca juga: Andira Rilis Single Baru ‘Jatuh yang Sejatuh’ saat Sibuk Menjadi Dokter

Bukan malah mengumbar aksi mabuk-mabukan mereka lewat media sosial, dengan maksud tertentu.

“Sebenarnya kan mereka masih belum bebas murni, dan masih dalam status cuti bersyarat,” ujarnya.

“Sehingga seharusnya mereka menjaga tingkah lakunya bukan malah bertindak sesuka hati,” imbuhnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 5,01 menit, yang menampilkan sejumlah pemuda yang diduga menjadi tamu sebuah acara televisi.

Baca juga: Pernah 10 Kali Bertemu, Ganda Putra Jepang Tak Ingin Terbawa Pola Permainan Marcus-Kevin di Final

Dalam video tersebut, tampak para pemuda meluapkan kegembiraan mereka setelah tampil di acara tersebut dengan cara minum-minuman keras.

Dan juga terdengar penyebutan Alprazolam, obat penenang yang sering disalahgunakan.

Hal tersebut tentu bikin resah Kementerian Hukum dan HAM, mengingat persoalan seputar lapas muncul terus.

Padahal, kementerian yang dipimpin Yasonna Laoly ini masih memiliki segudang pekerjaan rumah yang belum tuntas.

 

 

 

 

 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved