Rabu, 22 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Kriminal

Kerabat Korban Mutilasi Bekasi Terus Berdatangan ke Rumah Duka

Beberapa rekan korban dari ojek online (ojol) pun juga berdatangan untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Sejumlah kerabat maupun keluarga dekat Ridho Suhendra (28), korban mutilasi Bekasi, terus berdatangan ke rumah duka di Kampung Buwek, Tambun Selatan, Kota Bekasi, Minggu (28/11) siang. 

Meski Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati dr. Arif Wahyono telah menyatakan bahwa proses identifikasi baru akan dilakukan pada Senin (29/11/2021), namun pihak keluarga telah diperbolehkan penyidik untuk menyiarkan kabar duka tersebut.

"Kami sudah diperbolehkan untuk memberitahu pihak keluarga bahwa Ridho sudah tiada," tuturnya.

Zarul Ulia, paman dari Ridho Suhendra yang jadi korban mutilasi Kedungwaringin.
Zarul Ulia, paman dari Ridho Suhendra. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Sering Cari Orderan Makanan

Zarul Ulia (52), paman korban mutilasi Ridho Suhendra (28), mengatakan bahwa kesehariannya, Ridho sering mencari pesanan atau orderan di sekitar Kecamatan Tambun Selatan.

Hal itu dikarenakan Ridho lebih memilih untuk mengantarkan makanan daripada penumpang.

"Biasanya hanya di sekitar sini (Tambun Selatan), saja cari orderannya. Karena dia lebih sering anterin makanan dari pada penumpang," ungkap Zarul di rumah duka, Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (27/11/2021).

Pihak keluarga terkejut ketika kepolisian memberikan kabar bahwa Ridho diduga kuat jadi korban mutilasi setelah potongan tubuhnya ditemukan di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, tepat di titik perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Baca juga: Ridho Suhendra Korban Mutilasi di Tambun Selatan tak Memberitahu Alamat Kost pada Keluarga

"Makanya kami juga enggak tahu kok bisa ditemukan di daerah sana. Biasanya enggak sejauh itu, paling jauh mungkin ke Cikarang saja cari orderannya," tuturnya.

Namun demikian, Ridho dikatakannya sering pulang larut malam meski telah sering diperingatkan kedua orang tuanya.

"Sering dikasih tahu Ibunya, enggak usah malam-malam, soalnya pulang di atas jam 12 terus," kata Zarul.

Hal serupa juga diungkapkan Rizal (42), rekan seprofesi Ridho. Ia menjelaskan bahwa para ojol yang sering berkumpul bersama Ridho di dekat SPBU Mangunjaya, lebih banyak mengambil orderan makanan.

"Karena kami yang kumpul di sana biasanya sih anterin makanan. Nah kalau anter makanan kan enggak mungkin dong ambil yang lokasi jauh-jauh. Nanti malah makanan customer kelamaan sampainya," ucap Rizal.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved