Berita Bekasi

Mahasiswa UPN Veteran Meninggal Usai Ikut Kegiatan Menwa, Ini Kata Wagub DKI Jakarta

Kendati demikian, Ariza turut meminta pada setiap kegiatan ekstra kampus tidak boleh menggunakan kekerasan secara fisik.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut berduka cita atas meninggalnya Fauziah Nabila, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ). (FOTO ILUSTRASI) 

TRIBUNBEKASI.COM --- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut berduka cita atas meninggalnya Fauziah Nabila, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Fauziah Nabila atau Lala akrab disapa Lala ini dikabarkan meninggal saat mengikuti kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa) di kawasan Bogor, Sabtu (25/09/21).

"Kami minta semua kegiatan-kegiatan kemahasiswaan agar mengikuti proses, harus izin orangtua, harus sepengetahuan kampus dan kegiatan ini memang sudah izin orangtua dan sepengetahuan kampus," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/21) malam.

Lanjutnya, kata Ariza, yang bersangkutan sudah dicek ternyata tidak ada unsur kekerasan atau pemukulan.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut 50 Persen Perempuan dan 30 Persen Anak-anak di DKI Rentan Jadi Korban Kekerasan

Baca juga: Temukan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Hubungi Saja Call Center Jakarta Siaga 112

"Jadi murni karena memang sakit kebetulan pada kegiatan tersebut," tambahnya.

Orang nomor dua di Ibu Kota ini berdoa semoga almarhum husnul khotimah serta keluarga diberikan keihklasan dan kesabaran.

"Dan sepenuhnya kita serahkan kepada kampus untuk menindaklanjuti apakah ada unsur-unsur lain di situ. Tapi setelah dicek tidak ada unsur kekerasan," tambahnya.

 

BERITA VIDEO : DITUDUH MENCURI, PEMULUNG TUA RENTA DIANIAYA

 

Kendati demikian, Ariza turut meminta pada setiap kegiatan ekstra kampus tidak boleh menggunakan kekerasan secara fisik.

"Kita minta semua bentuk proses pendidikan dan latihan lebih mengedepankan kegiatan-kegiatan yang persuasif, kegiatan yang lebih baik, tidak boleh ada unsur-unsur kekerasan atau menonjolkan kegiatan fisik. Fisik dibutuhkan tetapi tidak boleh dominan," tutupnya.

(Sumber : Wartakotalive.com/Yolanda Putri Ddewanti/m27)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved