Anak Polisikan Ibunya

Rodiah, Lansia Lumpuh yang Dipolisikan Lima Anaknya, Sempat Diungsikan karena Kerap Terima Ancaman

"Surat tanah ada empat, luasnya kurang lebih 9.000 meter. Yang dirampas satu surat atas nama ibu saya," kata Dian.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Dian, anak bungsu Rodiah saat ditemui di Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIBARUSAH --- Dian anak bungsu Hj Rodiah (72), seorang ibu yang dipolisikan oleh lima orang anak kandungnya, menyatakan kini ibunya dirawat oleh dua orang anaknya.

Selain Dian, anak kedua Rodiah yakni Muhammad Saogi juga turut merawat Rodiah di rumahnya yang terletak di Desa Sindangmulya (sebelumnya ditulis Sindangjaya), Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

"Jadi di rumah cuma bertiga, ada saya, kakak kedua sama ibu. Anak kelima Elyana juga bantu ibu, tapi dia tinggal sama suaminya di asrama. Kalau yang laporin ibu, ada yang tinggal di Kota Bekasi, ada yang di Cibubur, ada juga yang cuma beda kecamatan saja," ucap Dian saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Permasalahan yang membelit Rodiah berawal pada tahun 2019 setelah ayahnya, H Zein Choir meninggal dunia.

Baca juga: VIRAL DI MEDSOS, Dituduh Gelapkan Surat Tanah, Nenek Rodiah Dilaporkan Lima Anaknya ke Polres Bekasi

Hj Rodiah (72) warga Kampung Gudang Huut RT 003/003, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang dilaporkan lima orang anak kandungnya ke Polres Metro Bekasi.
Hj Rodiah (72) warga Kampung Gudang Huut RT 003/003, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang dilaporkan lima orang anak kandungnya ke Polres Metro Bekasi. (TribunBekasi.com/Rangga Baskoro)

Anak pertama Sonya, menuding Rodiah telah menggadaikan surat tanah demi mendapatkan uang sebesar Rp 500 juta.

"Ibu enggak ada pernah menggadaikan surat tanah. Beliau sampai bilang demi Allah, tapi mereka enggak percaya," tuturnya.

Hingga kemudian, 1 dari 4 surat tanah yang dimiliki Rodiah diambil oleh anak pertama.

Ia kemudian mengajak anak ketiga, keempat, keenam dan ketujuh untuk mempolisikan ibu kandungnya sendiri.

"Surat tanah ada empat, luasnya kurang lebih 9.000 meter. Yang dirampas satu surat atas nama ibu saya," kata Dian.

Baca juga: Sempat Dituntut Satu Tahun Penjara, Terdakwa Valencya Marahi Suami Mabuk Akhirnya Dibebaskan Hakim

Baca juga: Ayu Ting Ting Sambangi Polda Metro Jaya Bersama Kuasa Hukumnya, Mau Polisikan Siapa?

Dian tak kuasa menahan tangis apabila mengingat perlakuan kakak-kakaknya kepada Rodiah.

Mulai dari tudingan, paksaan, cacian, hingga ancaman diterima lansia yang mengalami kelumpuhan itu.

BERITA VIDEO : PLEDOI VALENCYA UNGKAP KEBURUKAN MANTAN SUAMI 

"Dulu sampai saya sama ibu sampai ngungsi ke Bekasi Timur, tinggal ngontrak karena tiap datang ke sini, Ibu selalu diancam, dipaksa tanda tangan surat segala macam," tuturnya.

Ia merasa miris dan bersedih atas permasalahan warisan yang membuat keluarganya hingga kini bersitegang.

Padahal Rodiah berkali-kali telah menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan.

"Sakit hati saya, kok kakak kandung bisa tega seperti itu sama ibu. Sejak bapak enggak ada, ibu enggak pernah dikunjungin lagi kalau lebaran. Kalau ke sini pun yang dibicarain ya warisan," ungkap Dian. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved