Senin, 13 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Seorang Warga Lansia Hilang di Kaki Gunung Sanggabuana Karawang

Seorang warga lanjut usia (Lansia) dikabarkan hilang di kaki Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Kompas.com/Farhan Farida
Ilustrasi: Seorang warga lanjut usia (Lansia) dikabarkan hilang di kaki Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Foto: Pegiat lingkungan mengusulkan Pegunungan Sanggabuana di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi kawasan suaka margasatwa. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Seorang lanjut usia (Lansia), selaku warga Parakan Badak, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang dikabarkan hilang di kaki Gunung Sanggabuana.

Keluarga lansia bernama Didi (60) menanyakan keberadaannya karena sejak kemarin tidak kembali ke rumah dari Gunung Sanggabuana Karawang.

Ketua FK Tagana Karawang Yanuaris Terunaman menerangkan, menurut keterangan keluarga Didi rutinitasnya memang pergi ke kaki Gunung Sanggabuana.

Diketahui, pria lansia tersebut ke kaki Gunung Sanggabuana untuk berkebun, tepatnya di di area tajur halang area Jalur Curug Santri.

Baca juga: Rodiah, Lansia Lumpuh yang Dipolisikan Lima Anaknya, Sempat Diungsikan karena Kerap Terima Ancaman

Baca juga: Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol JORR Akibat Lansia Pengendara Mercedes Benz Menderita Demensia

Baca juga: Ritual Celana Dalam untuk Buang Sial di Gunung Sanggabuana, MUI Karawang: Itu Kemusyrikan

Akan tetapi, biasanya sudah pulang pukul 15.00 WIB.

Tapi hingga sekarang belum kunjung pulang ke rumah.

"Biasa sore sudah pulang ke rumah. Tapi hingga sampai sekarang belum pulang," katanya pada Sabtu (4/12/2021).

Dia melanjutkan keluarga sudah mencoba menyusul ke kebunnya, tetapi tidak ada.

Sejumlah temannya juga tak mengetahui keberadaannya.

Atas laporan itu, personil dari Tagana bersama warga melakukan pencarian hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Akan tetapi jejak Didi belum ditemukan.

Sejak tadi pagi juga mulai dilakukan pencarian lagi.

"Pencarian juga dilanjutkan pagi harinya dengan mengerahkan sebanyak 60 personel. Laporan sampai sekarang belum ditemukan," katanya.

Yanuaris menyebutkan, korban terakhir kali   mengenakan baju hijau tua, celana hitam, topi hijau.

"Dari keterangan keluarga, korban terkadang pikun. Jika 2X24 jam tidak ditemukan keluarga akan laporan ke polisi dan petugas BPBD untuk bersama melakukan pencarian," tandasnya.

(TribunBekasi.com/MAZ)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved