Bencana Alam
Masih Berstatus Waspada, Masyarakat Dilarang Beraktivitas pada Radius 1 Kilometer dari Kawah Semeru
"Tingkat aktivitas Gunungapi Semeru saat ini tetap di Level II (Waspada), untuk itu diimbaumasyarakat mematuhi rekomendasi Badan Geologi
Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Namun Sayangnya, rumah Holil Fauzi sudah hancur tak tersisa.
Seusai erupsi Gunung Semeru, beberapa warga kembali ke rumah mereka untuk mengambil sisa barang berharga.
Barang-barang yang mereka ambil mulai dari uang, kendaraan hingga hewan ternak.
Seperti, Holil Fauzi (43). Ia mengambil lima ekor kambingnya yang masih hidup dalam kandang.
Kambing miliknya selamat dari awan panas guguran Gunung Semeru karena kandang dibuat cukup tertutup dan tipe panggung.
"Namun, atap kandang hancur. Beruntung kambing masih tetap hidup. Rumah saya juga hancur tak bersisa," ujar, kepada Surya Minggu (5/12).
Holil mengevakuasi kambingnya dengan mobil pikap.
Akan tetapi, akses jalan dusun berlumpur dan licin sehingga mobil pikapnya tak bisa melintas.
Walhasil, dia harus berjalan 1,5 kilometer dari titik parkir pikap ke rumahnya.
Sejumlah warga Dusun Curah Kobokan tengah berupaya mengevakuasi harta benda di rumah masing-masing pasca erupsi, Minggu (5/12/2021). (TribunJatim.com/Danendra Kusuma)
Setelah sampai ia kembali berjalan ke parkiran mobil sembari mengarahkan kambingnya.
"Kambing ini sayang evakuasi ke rumah kerabat di Desa Sumbermujur agar lebih aman. Keluarga saya selamat dari erupsi," paparnya.
Sementara itu, warga Dusun Curah Kobokan lain, Hari mengungkapkan ia kembali ke rumah pasca erupsi Gunung Semeru untuk mengambil mobil Mitsubishi Xpander N 1906 ZD miliknya.
Mobil itu ia parkir di garasi rumah.
Awan panas guguran menerpa rumahnya hingga hancur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/baznas-6des.jpg)