Berita Karawang
DPPKB Kabupaten Karawang Gandeng Kepala KUA untuk Perangi Stunting
Peran Kemenag dalam hal ini KUA untuk membantu sosialisasi kepada calon penganti agar dapat mengerti tentang stunting.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang melakukan sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Karawang dalam upaya penanganan stunting.
Sebab peran Kemenag dalam hal ini KUA untuk membantu sosialisasi kepada calon penganti agar dapat mengerti tentang stunting.
Kepala Bidang PKK, Yudha Wisnu menuturkan, sinergi antara DPPKB dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang sudah terjalin selama 3 tahun terakhir.
Akan tetapi untuk tahun 2022 akan digencarkan kembali dalam upaya penanganan stunting. Sebanyak 30 kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari 30 kecamatan yang ada di Karawang sudah berkomitmen untuk ikut andil dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Karawang.
"Para kepala KUA ini nantinya akan berperan dalam proses edukasi terhadap calon pendamping," kata Yudha, pada Selasa (14/11/2021).
Dia melanjutkan sosialisasi program stunting di Karawang akan dimulai sejak masa calon pengantin. Peran KUA akan berkoordinasi dengan petugas DPPKB dalam proses pengisian aplikasi elektronik siap menikah dan siap hamil (Elsimil).
Melalui aplikasi Elsimil tersebut, kata Yudha, perkembangan pasangan pengantin sejak masa kehamilan, melahirkan, hingga memiliki anak akan dipantau perkembangannya oleh petugas dengan jumlah personel mencapai 4.503 orang tersebar di 309 desa/kelurahan di Karawang.
“Dengan melalukan pemantauan selama tiga bulan terhadap ibu dan bayinya. Jika dirasa ada kekurangan, maka petugas akan dilakukan perbaikan gizi mau pun hal-hal yang dibutuhkan, agar bayi tersebut tidak stunting nantinya,” jelasnya.
Dengan pemahaman yang baik sejak masa calon pengantin, Yudha mengharapkan Kabupaten Karawang memiliki pasangan pengantin yang sehat serta ibu hamil yang berkualitas. Agar saat melahirkan anak-anaknya, tidak ada lagi yang lahir dengan kondisi stunting.
“Kami percaya jika ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari masa calon pengantin,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/DPPKB.jpg)