Breaking News:

Covid19

Kemungkinan Kasus Virus Corona Varian Omicron di Indonesia Meningkat, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah siapkan skenario untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - Pemerintah siapkan skenario untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. 

TRIBUNBEKASI.COM - Pemerintah siapkan skenario untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia.

Seperti diketahui, sudah ada tiga kasus terkonfirmasi Omicron masuk ke Indonesia.

Salah satu antisipasi pemerintah yakni melakukan pengetatan ketika kasus Covid-19 mulai meningkat melebih 500 kasus.

Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi persnya, Senin (20/12/2021).

Baca juga: Virus Corona Omicron Menyebar Cepat, Mewabah di 89 Negara Termasuk Indonesia, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Virus Corona Varian Omicron Menyebar Sangat Cepat, Kemenkes Mengimbau Masyarakat Tidak Keluar Negeri

Baca juga: Virus Corona Omicron, Ridwan Kamil Imbau Semua Kepala Daerah di Jawa Barat untuk Segera Siapkan Ini

"Kami menggunakan threshold 10 kasus per juta penduduk per hari atau setara dengan 2.700 kasus per hari."

"Tetapi, kami akan mulai melakukan pengetatan ketika kasusnya melebihi 500 dan 1.000 kasus per hari. "

"Pengetatan lebih jauh akan dilakukan ketika tingkat perawatan rumah sakit dan tingkat kematian nasional maupun provinsi kembali mendekati threshold level 2," kata Luhut, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Kemudian, Luhut menjelaskan pemerintah akan terus mengawasi secara ketat pergerakan masyarakat di tempat wisata yang menunjukkan peningkatan signifikan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Untuk itu, ia membutuhkan peran Pemerintah Daerah untuk ikut memonitoring mobilitas masyarakat seiring melakukan tracing.

"Pemerintah terus mewaspadai hal ini dengan mendorong seluruh pemerintah daerah beserta Forkopimda setempat agar kembali mengontrol kebijakan penerapan PeduliLindungi yang saat ini penggunaan mingguannya turun di level 74 persen di kabupaten Jawa-Bali."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved