Breaking News:

Berita Bekasi

Sebuah Jembatan Berbayar yang Menghubungkan Desa Satriajaya Menuju Desa Mangunjaya Bakalan Dibongkar

Sebuah jembatan kayu berbayar yang menghubungkan Desa Satriajaya, Tambun Utara ke Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, bakal dibongkar.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Sebuah jembatan kayu berbayar yang menghubungkan Desa Satriajaya, Tambun Utara ke Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, bakal dibongkar. 

TRIBUNBEKASI.COM - Sebuah jembatan kayu berbayar yang menghubungkan Desa Satriajaya, Tambun Utara ke Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, bakal dibongkar.

Diketahui, jembatan kayu berbayar tersebut dijadikan warga sebagai jembatan alternatif.

Bahkan, jembatan berbayar ini juga dijadikan alternatif bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Pasalnya, Jembatan Kali Jambe yang pembangunannya telan anggaran hingga Rp 4,9 miliar, bakal segera rampung dalam waktu dekat.

Baca juga: Tunggu Pengerjaan Jembatan Kali Jambe Selesai, Pengendara Manfaatkan Jembatan Alternatif dari Kayu

Baca juga: Pengerjaan Jembatan Kali Jambe Sebentar Lagi Rampung, Semakin Kokoh Hingga Warna Catnya Mencolok

Baca juga: Anggota DPRD Kritisi Pemkab Bekasi yang Bangun Jembatan di Area Persawahan

"Ya kalau Jembatan Kali Jambe udah jadi, yang jembatan kayu bakal dibongkar. Katanya sih tanggal 25 Desember diresmiin," ungkap petugas jembatan kayu yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/12/2021).

Ia menjelaskan bahwa jembatan kayu tersebut, dibangun oleh seorang pengusaha asal Jawa Tengah, selaku pihak swasta yang menyediakan jasa layanan pembangunan jembatan yang sifatnya sementara.

Oleh sebab itu, terdapat tulisan 'tidak gratis' yang terpampang di kedua ujung jembatan.

Para pengguna sepeda motor diharapkan membayar tarif Rp1.000 setiap kali melintas di jembatan tersebut.

"Bukan warga sini yang bangun, ada bos saya dari Jawa Tengah. Selain di sini, ada juga jembatan kayu di tempat lain."

"Ya kan bangun jembatan, walaupun pakai kayu, ada biayanya, jembatannya juga kami rawat untuk keselamatan pengguna jalan," ujarnya.

Para petugas dikatakannya selalu memperhatikan kondisi jembatan setiap hari agar apabila terjadi kerusakan, bisa segera diperbaiki.

Meski begitu, ia mengaku para petugas tak mewajibkan apalagi memaksa para pemotor untuk membayar setiap kali melewati jembatan tersebut.

Sebuah jembatan kayu berbayar yang menghubungkan Desa Satriajaya, Tambun Utara ke Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, bakal dibongkar.
Sebuah jembatan kayu berbayar yang menghubungkan Desa Satriajaya, Tambun Utara ke Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, bakal dibongkar. (TribunBekasi.com/Rangga Baskoro)

"Sebenarnya kalau bayar sih kerelaan saja. Kami pun enggak maksain harus bayar setiap kali lewat sini. Sifatnya kerelaan saja,"

"Karena kan ada juga warga dari sini yang kerja jagaain jembatan. Kan yang lewat mayoritas warga sini juga," tuturnya.

(TribunBekasi.com/ABS)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved