Breaking News:

Berita Nasional

Ridwan Kamil Tegaskan Pancasila Harus Dibela, Jika Tidak, Indonesia Bubar

Menurut Kang Emil, Indonesia ibarat rumah tangga. Berdiri dari sebuah akad atau kesepakatan yakni tahun 1945 dengan dasar negara Pancasila.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menghadiri acara Bank BJB untuk keberagaman di Era Digitalisasi dalam mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin di Gereja Imanuel Karawang, pada Jumat (24/12/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan masyarakat harus membela dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sebab, saat ini masih ada berbagai pihak yang ingin merusak dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

"Pancasila itu harus dibela, dijaga, kalau tidak Indonesia bubar," kata Kang Emil saat menghadiri acara Bank BJB untuk keberagaman di Era Digitalisasi dalam mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin di Gereja Imanuel Karawang, pada Jumat (24/12/2021).

Di hadapan peserta kegiatan itu, Kang Emil menyebut Indonesia berdiri dari sebuah kesepakatan bersama pada 17 Agustus 1945, dengan dasar negara Pancasila.

Masyarakat Indonesia beruntung memiliki dasar negara yang jelas dan mengandung isi yang sangat baik dan menyatukan karena dalam lima sila itu lengkap mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,  Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Baca juga: Akui Hampir Semua Partai Tawari, Ridwan Kamil: Nanti Pertengahan Tahun 2022 Saya Kabarin

"Semua difasilitasi mulai ibadah seluas-luasnya, kemanusiaan dan sebagainya, yang terpenting itu sila ketiga Persatuan Indonesia," ungkap Kang Emil.

Menurut Kang Emil, Indonesia ibarat rumah tangga. Berdiri dari sebuah akad atau kesepakatan yakni tahun 1945 dengan undang-undang dan dasar negara yakni Pancasila.

Sehingga apabila perjanjian itu tidak dipahami dan dijaga, pasti rumah tangganya akan bubar. Seperti negara Yugoslavia yang bubar karena masyarakatnya tidak dapat menjaga negaranya tersebut.

"Jangan tiba-tiba nanti ada negara Pasunda negara Banten negara Minahasa negara Papua terus mau sampai kapan. Misal di negara Pasundan proklamasi di Karawang tidak puas bikin negara Karawang, terus ada negara Garut Tasikmalaya," katanya.

"Lalu di Karawang engga puas juga bikin negara Telukjambe terus gitu mau sampai kapan sudah hop (stop) 1945 itu akadnya jangan diganggu-ganggu lagi. Tapi di whatsapp, youtube ada yang menjelek-jelelan NKRI, Pancasila. Makanya titip Karawang khususnya harus jadi wajah keharmonisasian persatuan kerukunan daerah di Jawa Barat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved