Virus Corona
Kasus Omicron Ditemukan, Pasien Kunjungi Mal Astha District 8 SCBD, Begini Kondisi Mal Saat Ini
aktivitas di mal yang berada di Jalan Jenderal Sudirman kav 52-53 itu tetap berjalan normal pasca pengumuman Kemenkes.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM --- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan adanya satu kasus transmisi lokal varian baru Covid-19 Omicron di Jakarta, Selasa (28/12/2021).
Satu pasien transmisi lokal tersebut diketahui sempat mengunjungi sebuah restoran di Mal Astha District 8 SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Meski begitu, aktivitas di mal yang berada di Jalan Jenderal Sudirman kav 52-53 itu tetap berjalan normal pasca pengumuman Kemenkes.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 16.30 WIB, belum ada pengawasan ketat yang diterapkan oleh pihak Mal Astha District 8 SCBD.
Baca juga: Petugas Gabungan Sempat Bujuk Penghuni Apartemen Terpapar Virus Omicron agar Mau Dibawa ke RSPI
Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Pepen Cemas Virus Varian Baru Masuk ke Kota Bekasi
Para pengunjung yang akan memasuki area mal tetap dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya oleh petugas yang berjaga di pintu masuk.
Kemudian pengunjung mal diwajibkan untuk melakukan scan barcode PeduliLindungi.
Pengunjung yang datang tidak terlalu ramai didatangi oleh warga pada weekdays atau hari kerja ini.
"Belum tahu ya (soal pengawasan ketat di Mal Astha District 8 SCBD). Sekarang sih masih normal aja," ujar seorang petugas di lokasi.
BERITA VIDEO : VARIAN OMICRON MASUK INDONESIA, BAGAIMANA KONDISINYA?
Wartakotalive.com berusaha menemui pengelola Mal Astha District 8 untuk minta komentar terkait pasien yang sempat mengunjungi restoran di tempat tersebut, tetapi pengelola mal tak ada di tempat.
Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmidzi mengumumkan satu pasien itu adalah seorang pria berusia 37 tahun.
"Tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri," ujar Nadia.
Diketahui, pasien bersama istri tinggal di Medan, Sumatera Utara, kemudian ke Jakarta setiap satu bulan sekali.
Baca juga: Anies Sebut Kasus Omicron Mulai Naik, ada 27 Kasus Baru, 24 di Antaranya Terpapar dari Luar Negeri
Baca juga: Garuda Indonesia Prediksi Trafik Penumpang Pesawat Tumbuh Tak Siginifikan di Periode Nataru
Pada tanggal 6 Desember 2021 mereka tiba di Jakartan dan tanggal 17 Desember 2021 sempat mengunjungi Mall Astha District 8 SCBD.
Selanjutnya, pada 19 Desember 2021, mereka melakukan pemeriksaan antigen di Rumah Sakit Grand Family, Jakarta untuk kembali ke Medan.
Pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil positif Covid-19 pada pasien, sementara hasil pemeriksaan antigen istrinya negatif, kemudian dilakukan PCR pada 20 Desember 2021.
Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium) didapatkan konfirmasi Omicron pada 26 Desember 2021.
BERITA VIDEO : OPTIMIS EKONOMI TUMBUH DI 2022
Sebagai tindak lanjut, pasien diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI). Kondisi klinis pasien hingga saat ini tidak bergejala.
Nadia menyebut ini adalah kasus pertama transmisi lokal, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis dan fasilitas lengkap untuk meminimalisir kemungkinan penularan yang terjadi.
''Pengendalian infeksi di rumah sakit itu akan lebih baik dan akan lebih ketat pengawasannya. Oleh karena itu kita membawa yang bersangkutan ini ke rumah sakit RSPI,'' ucap Nadia.
Tracing masih dalam proses sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas.
Artinya, lanjut Nadia, pihaknya harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif yaitu 14 hari sebelum tanggal 19 Desember 2021.
Tracing dilakukan untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antaranya di restoran di wilayah SCBD, apartement tempat pasien tinggal, dan aktivitas lainnya selama pasien di Jakarta.
Adanya satu kasus transmisi lokal ini menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia menjadi 47 kasus.
Dengan demikian, sebanyak 46 kasus merupakan kasus impor serta 1 kasus transmisi lokal.
(Sumber : Wartakotalive.com/Ramadhan LQ/M31)