Berita Artis

Ki Kusumo: Artis Terjerat Narkoba di 2022 Masih Ada, Banyak yang Kapok Tapi Nyatanya Pakai Lagi

Bahkan Ki Kusumo membeberkan sebuah ciri-ciri artis berambut panjang yang akan tersandung kasus narkoba di tahun 2022 mendatang.

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
(shutterstock)
Ilustrasi narkoba --- Paranormal Ki Kusumo melihat masih banyak kasus narkoba di dunia hiburan, selain kasus narkoba kasus perkelahian dan KDRT di dunia artis akan bermunculan. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Tahun 2021 tinggal sehari lagi akan berakhir.

Masyarakat seluruh dunia khususnya Indonesia akan memasuki tahun yang baru, 2022.

Paranormal Ki Kusumo pun memiliki ramalannya sendiri terkait kehidupan para artis dan dunia hiburan di tahun 2022 mendatang.

Seperti apa pandangan Ki Kusumo?

Baca juga: Setelah Jeff Smith dan Bobby Joseph, Kini Selebriti RN Diringkus Polisi karena Narkoba

Baca juga: Geram dan Kesal Dengar Jeff Smith Tersandung Narkoba Lagi, Ike Muti: Itu karena Salah Pergaulan

Meski tak menjelaskan secara rinci, ia melihat akan ada artis senior yang akan tutup usia di tahun 2022 mendatang.

"Peristiwa artis melahirkan akan lebih banyak daripada kematian tapi dunia hiburan tanah air akan kehilangan artis senior karena tutup usia," kata Ki Kusumo saat dihubungi awak media, Rabu (29/12/2021).

Selain itu Ki Kusumo juga melihat masih banyak kasus narkoba di dunia hiburan, selain kasus narkoba kasus perkelahian dan KDRT di dunia artis akan bermunculan.

"Kasus artis masih banyak terjadi, dari KDRT hingga narkoba. Ada kasus perkelahian yang menghebohkan, karena dikenal baik adem tapi ternyata ganas, ini yang akan menggemparkan," beber Ki Kusumo.

BERITA VIDEO : JEFF SMITH DITANGKAP USAI KONSUMSI NARKOTIKA

"2022 masih banyak narkoba, banyak yang kapok tapi nyatanya tetap ada pemain lama yang konsumsi lagi di 2022, terjadi lagi, dan dia lagi tertangkap," jelasnya.

Bahkan Ki Kusumo membeberkan sebuah ciri-ciri artis berambut panjang yang akan tersandung kasus narkoba di tahun 2022 mendatang.

"Ada artis berambut panjang yang tertangkap karena narkoba, ini cukup menghebohkan," ucapnya.

Tahun 2022 menjadi tahun dengan shio harimau air yang menurut Ki Kusumo akan banyak pembangunan dan kemajuan bagi setiap orang .

Musisi Anji beberkan cara bisa bangkit dari pengaruh narkoba

Anji Manji baru saja selesai menjalani masa rehabilitasi karena kasus narkoba.

Kini ia mencoba menata hidupnya lagi dan kembali berkarir sebagai musisi sekaligu konten kreator.

Anji mengaku bahwa hal yang membuat dirinya kini bisa kembali menata hidupnya perlahan adalah berdamai dan menerima masa lalunya itu.

Ia tak ingin tenggelam dalam masa lalu yang kelam dan membuat dirinya berhenti berkarya.

Musisi Anji memiliki pengalaman bangkit dari lembah narkoba.
Musisi Anji memiliki pengalaman bangkit dari lembah narkoba. (Tribunnews.com)

"Yang pertama harus menerima apa yang gak bisa diubah dan tidak tenggelam dalam kesalahan," kata Anji kepada awak media, Jumat (10/12/2021).

"Karena malah buat kita pada akhirnya jadi tidak berbuat apa-apa," lanjutnya.

Bagi Anji, dia hanya punya dua pilihan. Terus lanjut menjalani hidup yang normal lagi, atau terus terpuruk dalam masa lalu.

"Pilihannya cuma dua, mau tenggelam atau mau lari lagi,” ungkap Anji.

Hal tersebut disampaikan Anji ketika dirinya bertemu dengan Gus Miftah dalam talkshow yang dipandu guru spiritual tersebut.

"Di dunia ini tidak ada satu dosa pun yang tidak diampuni Allah selain syirik dan menyekutukan-Nya," ujar Gus Miftah.

"Oleh karena itu, kita perlu mengambil langkah yang tepat ketika sedang dihadapkan cobaan hidup dengan kembali ke jalan-Nya, bertobat, menyesali perbuatan, dan bertekad tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi," jelasnya.

Kisahnya lengkap Anji bisa disaksikan di Ngobrol Bareng Gus Miftah Jumat (10/12/2021) pukul 21.00 WIB di stasiun televisi iNews. Program ini juga dapat disaksikan di aplikasi RCTI+.

Narkoba punya keterikanan dengan kejahatan lain

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menganggap kejahatan narkoba memiliki keterkaitan dengan sejumlah kejahatan lainnya di Ibukota Jakarta.

Hal itu Fadil ungkap saat pemusnahan narkoba seberat 1,74 ton di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan pada Kamis (25/11/2021).

"Seperti ini sudah berulang kali kita kerjakan pemusnahan barang bukti, ini tandakan bahwa peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika terus terjadi," ujarnya.

Fadil mengatakan, mayoritas tersangka kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) atau begal merupakan konsumen narkoba jenis sabu, misalnya saja tersangka begal sepeda yang positif sabu.

Kemudian juga tersangka begal pegawai Basarnas yang akibatkan korbannya tewas mengaku beraksi untuk membeli sabu.

"Jadi mengapa dia mencuri melakukan tawuran, dan melakukan begal juga sebagainya karena uang hasil kejahatan akan dibelikan narkotika jenis sabu," tuturnya.

Maka kata Fadil, pemusnahan dan pencegahan peredaran narkoba menjadi tantangan bersama.

Dimana pemberantasan narkoba dan pencegahan narkoba juga harus sejalan dengan pengurangan jumlah kejahatan jalanan.

(Sumber : Tribunnews.com/Bayu Indra Permana/Wartakotalive.com/Desy Selviany)
  

 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved