Breaking News:

Berita Karawang

Vendor Upacara Adat Jadi Korban Penipuan WO Dwi Putri, Dua Kali Manggung Belum Dibayar

Vendor ini dijanjikan akan dibayar setelah empat hari acara, namun hingga saat ini belum juga dibayar.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) saat mendatangi Mapolres Karawang. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Korban penipuan wedding organizer (WO)  yang saat ini tengah viral di media sosial Karawang, tak hanya dialami oleh puluhan calon pengantin saja.

Akan tetapi vendor upacara adat di Karawang juga turut menjadi korban WO Dwi Putri, salah satunya adalah Dina Permata (26).

Pemilik vendor upacara adat di Karawang itu mengatakan jika dirinya belum dibayar oleh DP pemilik WO Dwi Putri itu selama dua kali manggung.

"Iya saya juga kena tipu, dua kali pakai kami buat acara adat belum dibayar," katanya, pada Senin (3/1/2022).

Baca juga: Kasus Penipuan Wedding Organizer Mulai Diselidiki Polisi, Baru Tujuh Korban yang Melapor

Ia menceritakan, pemilik WO DP itu menyewanya untuk mengisi acara upacara adat sekitar tiga minggu lalu. DP menjanjikan akan membayarnya setelah empat hari acara, namun hingga saat ini belum juga dibayar.

"Panggung ke dua itu lima hari setelah panggung pertama. Dia menjanjikan empat hari setelah acara akan dibayar, tetapi sampai saat ini sudah tiga minggu belum ada pembayaran," jelas Dina.

Dina mengaku sudah melaporkannya ke polisi. Selain itu ia juga telah dimintai keterangan oleh polisi. Tak hanya dia, Dina mengaku, jika ada beberapa vendor lain juga yang belum dibayar oleh DP.

"Sudah lapor polisi, ternyata bukan saya doang ada banyak," beber dia.

Baca juga: Korban Penipuan Wedding Organizer di Karawang Capai Puluhan Orang, Polisi Fokuskan Jadi 2 LP

Ia menilai, memang yang ditawarkan oleh WO murah oleh DP, dinilainya sangat tidak masuk akal. Sebab, setiap panggung untuk upacara adat saja itu lima juta.

"Kalau lihat dari harganya saja memang tidak masuk akal. Tapi kalau bayar ke vendor mah normal aja," katanya.

Dina mengaku, DP memang dikenal sebagai WO sejak dua tahun silam. Dahulu, kata Dina, WO milik DP itu memang tidak ada masalah. Bahkan proses pembayaran benar.

Akan tetapi dalam beberapa bulan terkakhir ini, pembayaran tidak benar bahkan tak kunjung dibayar. "Kalau dulu, pembayarannya memang bener," katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, sudah ada tujuh korban yang melaporkan kejadian ini.

"Korban banyak sebenarnya, tapi tujuh yang kuat unsurnya dan bukti-buktinya," kata.

Dijelaskan dia, kasus penipuan WO itu masih dalam tahap penyelidikan. "Masih lidik, pemeriksaan para pihak," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved