Sabtu, 25 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Fenomena Artis Beli Klub Sepak Bola, Baik atau Buruk?

Fenomena artis ramai-ramai membeli klub sepak bola dinilai menguntungkan banyak pihak.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram RANS Cilegon FC
Raffi Ahmad di tengah-tengah skuad RANS FC Cilegon, usai laga final Liga 2 melawan Persis Solo. Rans FC menjadi runner-up Liga 2 2021 setelah dikalahkan Persis Solo 1-2. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Masyarakat sedang disajikan sebuah fenomena baru di Indonesia, yakni para artis rama-ramai membeli klub sepak bola.

Selain Raffi Ahmad dan Atta Halilintar, Gading Marten pun mengikuti jejak kedua pesohor tadi..

Bahkan, kabarnya Prilly Latuconsina pun punya rencana yang sama. Fenomena apa ini?
Menurut Lutfi JW, pengamat perilaku dan instruktur (trainer) komunikasi kreatif, hal ini adalah fenomena bisnis psikososial yang memiliki sisi baik dan buruk.

Dia melihat sepak bola adalah olahragayang paling digemari masyarakat dunia, dari berbagai level atau strata.

Bahkan, banyak orang yang merasa hidupnya seperti hampa tanpa sepak bola.

"Artinya secara psikologis, olahraga ini sangat besar efeknya bagi kejiwaan manusia. Beberapa sampai stres, depresi, bahkan bunuh diri ketika klubnya kalah. Di lain sisi, satu negara bisa euforia ketika menang Piala Dunia atau juara dalam kompetisi," kata Lutfi JW dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Lutfi JW, pengamat perilaku dan instruktur (trainer) komunikasi kreatif, menanggapi fenomena artis membeli klub sepak bola.
Lutfi JW, pengamat perilaku dan instruktur (trainer) komunikasi kreatif, menanggapi fenomena artis membeli klub sepak bola. (Dokumen pribadi)

 

Bisnis besar

Sepanjang pengamatannya, sepak bola sudah menjadi bisnis yang sangat besar dan memiliki potensi mengeruk laba yang sangat signifikan.

Walaupun hal itu belum terjadi di Indonesia, namun seiring berjalannya waktu, bisnis yang lahir dari sepak bola juga akan terjadi di Indonesia.

"Dan artis yang memiliki dana berlimpah sudah selayaknya terjun ke bisnis sepak bola, karena ini adalah langkah cerdas dan langkah menjemput bola," katanya.

"Bisnis bola tidak akan ada matinya. Mengapa? karena sudah menyangkut ego, emosi, altruisme perorangan atau komunitas. Maka saya sebut ini adalah bisnis psikososial," kata Luthfi JW lagi.

Manfaat

Lalu apa manfaat  dari tren artis membeli klub sepak bola?

Menurut Lutfi JW, ada tiga manfaat besar dari fenomena ini, tidak hanya untuk pemilik klub bola tetapi juga bagi warganet dan negara.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved