Breaking News:

Berita Bisnis

Erick Thohir Targetkan Konsolidasi Aset InJourney Capai Rp261,22 triliun di 2024

Pemerintah telah meresmikan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia.

Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Menteri BUMN Erick Thohir. 

TRIBUNBEKASI.COM — Menteri BUMN, Erick Thohir menargetkan konsolidasi aset PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebesar Rp261,22 triliun pada 2024.

Seperti diketahui, pemerintah telah meresmikan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia, pada Kamis (13/1/2022) lalu.

“Dengan konsolidasi aset awal sebesar Rp97,88 triliun, InJourney akan terus berkembang dengan target konsolidasi aset sebesar Rp261,22 triliun pada 2024,” tutur Menteri BUMN, Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022)

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, pembentukan InJourney didedikasikan untuk menjawab berbagai tantangan dan potensi besar di sektor pariwisata dan pendukung, terutama akibat disrupsi pandemi Covid-19.

“Ini holding BUMN pertama yang berbentuk ekosistem lintas sektor. Bahkan dirancang menjadi mega ekosistem yang bersinergi dengan BUMN sektor lain, swasta, UMKM, dan masyarakat lokal," ucap Erick.

Baca juga: Menteri Erick Thohir Dorong BUMN Produksi Minyak Goreng Seharga Rp 14.000 per Liter

Baca juga: Soal Larangan Ekspor Batubara, Erick Thohir Tegaskan Kebutuhan Dalam Negeri Lebih Diprioritaskan

"Selain akan dilakukan pembenahan tata kelola perusahaan, semua layanan dari ekosistem ini akan saling terhubung, dan terintegrasi, mulai dari infrastruktur hingga pengalaman perjalanan di tiap titik wisata dan fasilitas," sambungnya.

Ia mencontohkan, bandar udara akan menjadi Aerocity dan lifestyle destination, juga akan dibentuk super platform untuk travel plan pengalaman berwisata di Indonesia secara holistik.

Di tahap awal, Kementerian BUMN mengintegrasikan 5 perusahaan BUMN yang telah eksis, di bawah InJourney.

Lima perusahaan tersebut adalah Angkasa Pura I (AP I), Angkasa Pura II (AP II), Hotel Indonesia Natour (HIN), Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), dan Sarinah.

Ke depannya, akan bergabung pengelola destinasi pariwisata terintegrasi, yakni Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) dan berbagai layanan penerbangan dan kargo milik negara.

Baca juga: Temui Aktivis GMKI, Erick Thohir Bilang: Kritik Boleh Saja, Asal Berdasarkan Data Fakta

Baca juga: Dugaan Korupsi di PT Garuda Indonesia Tbk Era Dirut AS, Erick Thohir Laporkan ke Kejagung: Ada Fakta

Sebagai informasi, InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan 5 BUMN berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

In pada nama ini berasal dari kata "Indonesia" dan integrated untuk menekankan posisi holding sebagai milik anak bangsa.

Tak hanya itu, “In” juga berangkat dari kata “inbound” yang berarti turis datang yang merepresentasikan harapan dari apa yang akan dicapai oleh holding ini.

Nama ini memiliki dua arti, yaitu "in a journey" atau berada dalam perjalanan dan "Indonesia journey" atau pengalaman perjalanan khas Indonesia. (Tribunnews.com/Ismoyo)

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved