Masyarakat Jangan Khawatir STY Bakal Dipecat PSSI, karena Begini lho Aturan Mainnya

Indonesia akan rugi dua kali bila memecat Shin Tae-yong saat ini, karena PSSI harus membayar gajinya sampai kontraknya berakhir.

Penulis: Lusius Genik Lendong | Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. Pribadi
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat membagikan foto bersama dengan Shin Tae-yong dengan Exco PSSI Haruna Soemitro pasca menjalani rapat di Kantor PSSI, Kamis (14/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Memecat Shin Tae-yong, hanya karena pelatih asal Korea Selatan ini hanya membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020, bukanlah hal bijak.

Demikian pendapat pengamat Sepak Bola Akmal Marhali.

Katanya, Indonesia yang mengalami kerugian lebih banyak bila PSSI memecat Shin Tae-yong saat ini.

Salah satunya karena PSSI tetap harus membayar gaji pelatih, yang sekarang kondang dengan panggilan sayang STY ini, meskipun yang bersangkutan tak lagi jadi pelatih kepala di Timnas Indonesia.

Penyebabnya, masa kontrak Shin Tae-yong baru akan berakhir pada tahun 2023.

Bila PSSI nekat memecat Shin Tae-yong sebelum kontraknya berakhir, menurut Akmal, ada gaji kompensasi yang harus diberikan.

"Akan sangat rugi sekali kalau kemudian memecat Shin Tae-yong, karena PSSI harus membayar kompensasi gajinya sampai tahun 2023 kalau dia dipecat saat ini," ujar Akmal, Selasa (18/1/2022).

"Gajinya sangar besar, mencapai Rp1,4 miliar per bulan," katanya.

Jose Mourinho

Akmal mengambil contoh pelatih AS Roma Jose Mourinho, karena pelatih yang memiliki julukan The Special One ini memiliki kondisi serupa.

Mourinho yang dipecat dari Chelsea dan Manchester United sampai saat ini masih menerima kompensasi gaji dari dua klub Liga Inggris tersebut.

"Seperti halnya Mourinho yang dipecat Chelsea kemudian dipecat Manchester United, tapi Mourinho sampai sekarang masih mendapat gaji dari Manchester United dan juga dari Chelsea," katanya.

Hal yang sama juga akan dialami oleh Shin Tae-yong bila dipecat dari Timnas Indonesia.

"Dia tahu kontraknya sangat kuat bersama PSSI, sehingga tidak ada yang bisa mengusik dia. Itulah cerdasnya Shin Tae-yong," kata Akmal.

"Sehingga buat PSSI sangat fatal kalau memecat Shin Tae-yong, karena PSSI harus membayar kompensasi gajinya Rp 1,4 miliar per bulan sampai 2023," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved