Berita Bekasi

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi Naik Sentuh Angka 1.711 Kasus, Satgas Klaim Akibat Libur Nataru

"Melonjaknya kasus dipengaruhi faktor libur Nataru kemarin. Karena memang mobilitas cukup tinggi," tuturnya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Shutterstock/creativeneko via Kompas.com
Lonjakan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada Minggu (30/1/2022) lalu, totalnya sudah menyentuh angka 1.711 kasus. (FOTO ILUSTRASI) 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG --- Lonjakan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Berdasarkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada Minggu (30/1/2022) lalu, totalnya sudah menyentuh angka 1.711 kasus.

"Ada lonjakan sejak 10 hari terakhir, hingga hari Minggu kemarin totalnya sudah 1.711 kasus," ucap Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh saat dikonfirmasi, Senin (31/1/2022).

Masrikoh enggan merinci jumlah kenaikan kasus per harinya.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Karawang Tembus 104, Cellica Minta Warganya Waspada dan Jaga Diri

Baca juga: Waspada, Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Terus Alami Peningkatan Pesat

Namun, pada Jumat (21/1/2022) lalu, jumlah kasus aktif hanya mencapai 211 kasus.

Hingga kemudian, jumlahnya melonjak dalam 10 hari terakhir dan kini telah mencapai 1.711 kasus.

"Melonjaknya kasus dipengaruhi faktor libur Nataru kemarin. Karena memang mobilitas cukup tinggi," tuturnya.

Sementara itu, total kumulatif Covid-19 di Kabupaten Bekasi terhitung berjumlah 53.260 kasus.

Rinciannya, 51.002 orang dinyatakan sembuh, 547 pasien meninggal dan 1.711 kasus aktif.

"Mayoritas pasien menjalani isolasi mandiri," kata Masrikoh.

BERITA VIDEO : TRIBUN BEKASI VIRAL UPDATE SENIN 31 JANUARI 2022

Berlakukan PTM 50 persen, dibagi dua shift

Setelah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi tetap melanjutkan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen kapasitas, menyusul meningkatnya kasus Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan meskipun pemerintah sebelumnya melalui surat keputusan bersama (SKB) empat menteri telah memperbolehkan untuk melakukan PTM 100 persen.

Namun, setelah dilakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan untuk tetap menerapkan PTM 50 persen. Pasalnya saat ini kasus Covid-19 di Kota Bekasi tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved