Berita Karawang
Distributor Nakal Sebabkan Minyak Goreng Langka di Karawang
Penyebab kelangkaan minyak goreng di Karawag sudah diketahui, dan pelakunya sudah dilaporkan ke polisi.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang mengungkapKAN penyebab minyak goreng langka di Karawang.
Kepala Disperindag Karawang, Ahmad Suroto, menjelaskan, pihaknya menemukan distributor nakal yang menjual minyaknya ke sejumlah konsumen tertentu untuk dijual kembali (reseller).
Distributor minyak goreng itu bahkan meminta uang deposit dari reseller-nya untuk menjamin mendapatkan minyak goreng murah tersebut.
"Kami menemukan paket Rp200 juta itu dari distributor. Ternyata deposit dari konsumen-konsumen tertentu itu," ujar Suroto kepada awak media pada Rabu (9/3/2022).
Spekulan
Dia melanjutkan, distributor itu melakukan penyalahgunaan Undang-Undang Perdadagangan, dengan menjual minyak goreng lebih dari 2 liter ke satu konsumen.
Padahal menurut peraturan, pembelian minyak goreng hanya dibatasi 2 liter per 1 konsumen.
"Barang ada dikirim lagi terus ditumpuk barang itu sama konsumen itu. Itu kan memunculkan spekulan ya, jadi menjual (dengan) harga di atas Rp 14.000 pastinya itu," kata Ahmad Suroto.
Suroto menyebut saat ini kasus pelanggaran UU Perdagangan itu sudah ditangani Polres Karawang.
"Sekarang Polres Karawang dalam proses pemanggilan kepada distributor itu," ujar Suroto.
Pedagang dadakan
Sementara itu sejumah pedagang di pasar di Karawang mengeluh minyak goreng masih langka. Pasalnya, pasokan minyak goreng ke pedagang masih minim.
Entang (29), seorang pedagang Pasar Johar Karawang, mengatakan, selain masih mahal, minyak goreng juga langka. Terutama minyak dalam kemasan.
Dia mengaku kesulitan mencari stok minyak goreng untuk dijual kembali.
"Kalaupun ada terbatas, sedikit aja," katanya tadi siang.
Fenomena kelangkaan minyak goreng itu membuat Entang curiga ada oknum distributor yang nakal.
Selain itu, dia juga mendapat info banyak orang yang langsung datang ke gudang distributor untuk membeli minyak goreng.
"Katanya sudah kosong. Banyak yang datang langsung bawa mobil sendiri," kata Entang.
Dia juga merasa aneh karena ada penjual minyak goreng dadakan, di tengah situasi para pedagang sembako kesulitan mendapatkan minyak goreng.
Saat ini hanya stok minyak goreng curah masih ada di Karawang. Namun harganya masih mahal, sekitar Rp17.000 per kilogram.
Adapun minyak kemasan dijual Entang dengan harga Rp34.000u untuk kemasan isi 1,8 liter.
"Harganya tidak jauh dari harga beli. Itupun sedikit stoknya," ujar Entang.
Operasi pasar ludes
Di Pasar Johar sendiri, katanya lagi, pernah berlangsung operasi pasar untuk minyak goreng curah yang dijual dengan harga 10.500 per liter. Namun dalam satu hari pasokan minyak goreng langsung habis.
"Operasi pasar pernah dari Pemda Karawang, sehari langsung habis," katanya.
Usmah, salah satu pedagang kelontong di Kabupaten Karawang, juga mengaku kesulitan mendapat stok minyak. Padahal pelanggannya berulang kali memesan.
"Saya sudah pesan tapi kehabisan terus," katanya.
Dia menginformasikan sudah hampir 3 hari tidak menjual minyak goreng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/pedagang-9mart.jpg)