Berita Pendidikan

Dilaporkan ke Polda sebagai Profesor Gadungan, Musni Umar Anggap Pembunuhan Karakter

Menurut Musni, pelaporan terhadapnya di Polda Metro Jaya merupakan pembunuhan karakter.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Desy Selviany
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar tiba di Polda Metro Jaya pada Senin (28/3/2022) pukul 13.55 WIB. 

TRIBUNBEKASI.COM — Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar mendatangi penyidik di Polda Metro Jaya, Senin (28/3/2022) pukul 13.55 WIB. Kedatangannya tersebut terkait atas laporan dugaan gelar profesor gadungan yang ditujukan kepadanya.

Sebelumnya Musni dilaporkan oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung Sumatera Utara pada 24 Januari 2022 lalu.

Ia disangkakan Pasal 263 KUHP Jo Pasal 69 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas Jo Pasal 28 ayat 7 pada pasal 93 UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang diduga terjadi di sekitarnya pada Desember 2021 lalu.

Musni Umar membantah tudingan Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung Sumatera Utara tersebut.

Musni Umar bahkan mengaku tidak kenal sama sekali dengan pelapor. Sehingga menurutnya, pelapor tidak memiliki legal standing untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Baca juga: Asal Penuhi Syarat Ini, MUI Kota Bekasi Persilakan Warung Makan Buka Selama Ramadan

Baca juga: Ternyata Abizar Bakar Rumahnya Sendiri, Dua Jam Sebelum Dijemput Petugas Rumah Sakit Jiwa

Baca juga: Masih Bertahan, Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Tetap Sebesar Rp 999.000 Per Gram

Maka menurut Musni Umar, laporan pelapor tersebut sama sekali tidak berdasar.

"Saya diberi jabatan profesor dari dua lembaga yang sah yaitu Universitas Ibnu Chaldun dan Asia e University, Malaysia," ujar Musni ditemui sebelum diperiksa.

Menurutnya, SK dari Presiden atau Menteri tidak bisa menjadi acuan menjadi guru besar karena dirinya tidak dibayar oleh negara.

Selain itu, Musni mengaku tidak pernah memakai gelarnya di dalam surat menyurat resmi kepada pemerintah.

Namun, masyarakat selalu memanggilnya dengan sebutan profesor.

Maka menurut Musni, pelaporan terhadapnya di Polda Metro Jaya merupakan pembunuhan karakter.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved