Berita Jakarta

Harga Tiket Bus di Terminal Pulogebang Diprediksi Naik saat Momen Mudik Lebaran

"Namanya pas lebaran seperti biasa lah. Tapi kalau sekarang masih normal, belum ada lonjakan keberangkatan penumpang juga," ujar Junaedi.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meninjau Vaksinasi Merdeka Booster Covid-19 di Terminal Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (3/4/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM --- Harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang berada di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur diprediksi mengalami kenaikan seiring momen mudik Idulf  Ftri 1443 Hijriah.

Kasubag Tata Usaha (TU) Terminal Pulogebang, Junaedi mengatakan prediksi ini didasari karena pada momen Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi kenaikan harga tiket bus.

"Namanya pas lebaran seperti biasa lah. Tapi kalau sekarang masih normal, belum ada lonjakan keberangkatan penumpang juga," ujar Junaedi, Minggu (3/4/2022).

Kenaikan harga tiket bus akan terjadi untuk kelas ekonomi hingga VVIP.

Baca juga: Saat Ramadan, Setiap Hari Polda Metro Jaya Buka Gerai Vaksin Covid-19 di Terminal Pulogebang

Baca juga: PO Bus Terminal Kalideres Galau Aturan Wajib Vaksin Booster Bagi Pemudik bisa Bikin Masalah Baru

Hanya saja kenaikan harga tiket bus kelas ekonomi nantinya akan ditetapkan harga batas tertinggi.

Hal itu dilakukan agar para perusahaan otobus (PO) AKAP tidak bisa menaikkan harga melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Hanya saja belum dipastikan kisaran kenaikannya.

"Kementerian Perhubungan dan bidang Dinas Perhubungan yang akan menghitung batas agar tidak memberatkan warga," sambungnya.

BERITA VIDEO : POLDA METRO JAYA BUKA GERAI VAKSIN DI TERMINAL PULOGEBANG

Adapun sekarang ini jumlah keberangkatan penumpang bus AKAP di Terminal Pulogebang masih normal pada angka 1.000 hingga 1.200 per hari selama pandemi Covid-19.

Sementara sebelum pandemi Covid-19 melanda, keberangkatan penumpang bus AKAP di Terminal Pulogebang dapat mencapai 3.000 per hari pada hari kerja.

"Semenjak Covid-19 ini belum pernah sampai 2.000 penumpang per hari. Paling banyak 1.700 penumpang. Jadi belum pulih juga dari dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

(Sumber : Warta Kota/Junianto Hamonangan/jhs)

 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved