Berita Bekasi

Ridwan Kamil Sebut Sekitaran 14 Juta Warga Mudik Lebaran Idul Fitri ke Jawa Barat: Balas Dendam kan?

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akui, 14 jutaan warga akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Barat tahun ini.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akui, 14 jutaan warga akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Barat tahun ini. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akui, 14 jutaan warga akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Barat tahun ini, setelah beberapa tahun tidak bisa mudik ke kampung halaman.

Sedangkan untuk warga Jawa Barat yang keluar rumah untuk melakukan perjalanan mudik baik antar Kota dan Provinisi, diprediksi ada sebanyak sembilan juta warga.

"Jadi akan ada mudik 85,5 juta orang mayoritas itu di Jawa. Ke Jawa Barat sendiri mudik ada 14 jutaan dan orang Jawa Barat yang keluar mudik antar Kota maupun Provinsi ada 9 Jutaan," katanya di Bekasi, Rabu (20/4/2022).

Diungkapkan oleh Kang Emil sapaan Ridwan Kamil jika ia menyadari jika tahun ini akan terjadi lonjakan pemudik.

Baca juga: Kenapa di Bekasi Tidak Ada Program Mudik Gratis Lebaran Idul Fitri? Ini Penjelasan Dinas Perhubungan

Baca juga: 14 Juta Warga Diprediksi Mudik ke Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat Siaga Satu Pengamanan Arus Mudik

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Karawang Bakal Membuka Pelayanan Vaksinasi Booster di Posko Pengamanan Mudik

Maka dari itu orang nomor satu di Jawa Barat itu pun menyampaikan siaga satu untuk pengamanan skema arus mudik lebaran.

"Kita siaga satu karena bayangkan kita sudah dua tahun tidak mudik jadi bayangkan balas dendam kan," katanya.

Untuk memperlancar arus mudik lebaran, pemerintah telah mengambil skema one way atau satu arah di Jalan Tol arah Jawa Tengah selama arus mudik dan arus balik lebaran.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk bersiap-siap.

Selain itu, kebijakan pemberlakukan pembatasan waktu transit rest area yaitu 30 menit juga diharapkan dapat dimaksimalkan dengan baik.

Kang Email juga meminta kepada masyarakat untuk lebih banyak mempersiapkan pembekalan saat perjalanan mudik lebaran nanti.

"Nanti akan dibatasi, tempat pemberhentian di rest area. Yang sudah niat mudik diharap di mobilnya disediakan perbekalan berbagai rupa."

"Karena kalo berhenti di sana (rest area) 30 menit harus sudah selesai," ucapnya.

Jalur Arteri

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akui, diberlakukan skema one way atau satu arah di tol ke arah Jawa Tengah.

Penerapan ini diberlakukan selama arus mudik Lebaran Idul Fitri.

Maka itu pemudik Cirebon yang akan ke Bekasi atau Jakarta harus melintasi jalur alteri.

"Jalan tol semua arah Jakarta di satu arahkan ke Cirebon arah ke Jawa Tengah, orang dari Cirebon mau ke Bekasi enggak boleh lewat jalan tol karena harus lewat jalan biasa (alteri)," kata Ridwan Kamil, Rabu (20/4/2022).

Untuk mengantisipasi kepadatan di jalur alteri Pantura. Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menyampaikan telah menyiapkan 400 lebih pos pengamanan gabungan antara TNI dan Polri serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Sudah ada 400 titik pemantauan baik polisi poskonya, dengan Pemerintah Provinsi ada hampir 400 lebih titik," katanya.

Kang Emil memprediksi sebanyak 14 ribu warga akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Barat tahun ini.

Sedangkan untuk warga Jawa Barat yang keluar rumah untuk melakukan perjalanan mudik baik antar Kota dan Provinisi, diprediksi ada sebanyak 9 juta warga.

Pontensi kenaikan jumlah pemudik pada tahun ini, Kang Emil menyampaikan siaga satu untuk pengamanan arus mudik lebaran.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada masyarakat Jawa Barat yang mudik untuk mempersiapkan diri baik dari perbekalan hingga memperhitungkan keberangkatan.

"Bayangkan kita sudah dua tahun tidak mudik jadi bayangkan balas dendamkan. Tapi poin saya jangan menyepelakan jumlah ya,"

"Pokoknya di hitung betul kalo di Jalan susah berhenti sehingga tidak merepotkan dalam perjalanan," ucapnya.

Tidak Ada Mudik Gratis

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan jika mudik tahun ini, tidak digelar mudik gratis.

Mudik gratis hanya diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Masyarakat yang ingin mengikuti mudik gratis bisa mendaftarkan melalui www.mudikhubdat2022.com.

Adapun kuota yang disediakan oleh pemerintah yaitu sebanyak 20.580 orang.

"Itu Kementerian Perhubungan saja yang menyelenggarakan. Itu saja keberangkatannya tidak dari terminal Bekasi kan, warga Bekasi bisa tapi berangkatnya dari Pulo Gebang," kata Dadang ditemui, Rabu (20/4/2022).

Diungkap Dadang, pada tahun 2019, pihaknya pernah membuat program mudik gratis untuk warga Kota Bekasi.

Itupun kegiatan mudik gratis bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Merujuk data yang ada saat itu, pemerintah menyediakan 120 bus.

Dengan rincian 80 bus dari Kemenhub dan 40 bus dari Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Total sekitar 5.000 penumpang telah mendaftar dalam program mudik gratis di tahun 2019.

"Cuma waktu itu (2019) kuotanya jelas . Kalau sekarang dari Kemenhub. Daftarnya di online website Kemenhub," katanya.

Disinggung mengenai tak adanya anggaran, dadang enggan menjawab.

Ia mengaku untuk kegiatan mudik tahun ini hanya diselesaikan oleh Kemenhub.

Yakni dengan rute tujuan mudik yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebelumnya, Kemenhub mengumumkan pendaftaran mudik gratis yang dibuka hingga 24 April mendatang selama kuota belum terpenuhi.

Kemenhub buka layanan mudik gratis menuju 14 rute yang ada di Jawa Tengah.

Keberangkatan akan dilakukan pada 28-29 April 2022 di 5 titik yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bogor.

(TribunBekasi.com/JOS)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved