Sabtu, 25 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Nasional

Ditanya Soal Platform Digital, Pay BIP: Bantu Musisi Aktualisasi Diri, Tak Perlu Perusahaan Besar

"Ternyata musik bisa tidak sekedar hiburan, tapi lebih dari itu. Tapi bisa juga disalahkan gunakan dan jadi propaganda," tutup Pay BIP. 

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Setelah membahas lagu Hati Hati Dijalan karya Tulus, Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Moeldoko melakukan perbincangan dengan musisi. Dalam kanal youtubenya, Moeldoko melakukan perbincangan dengan Pay BIP, Andra Bagindas, dan Anto Baret budayawan dan pembina musisi jalanan.  

TRIBUNBEKASI.COM --- Setelah membahas lagu Hati Hati Dijalan karya Tulus, Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Moeldoko melakukan perbincangan dengan musisi

Dalam kanal youtubenya, Moeldoko melakukan perbincangan dengan Pay BIP, Andra Bagindas, dan Anto Baret budayawan dan pembina musisi jalanan. 

"Perbincangan ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap musik," kata Moeldoko di kanal Youtube Dr Moeldoko, dikutip Wartakotalive.com, Jumat (29/4/2022). 

Moeldoko mengungkapkan, melakukan perbincangan dengan Pay BIP, Andra Bagindas, dan Anto Baret ingin mendengarkan perkembangan musik saat ini. 

Baca juga: Winaya Jadikan Musik untuk Menyuarakan Kepedulian Terhadap Binatang

Baca juga: Jual Karya Lewat NFT, Ifan Seventeen: Ini Harapan Baru bagi Musisi

"Saya selaku KSP, penting sekali mendengar perkembangan musik, karena berkaitan dengan tugas saya. Lalu bagaimana perkembangan musik sampai saat ini," ucapnya. 

Pay BIP selaku pencipta lagu 'Meraih Bintang', mengatakan perkembangan musik saat ini lebih terbuka, karena sudah bisa mengikut teknologi seperti youtube, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya. 

"Sekarang semuanya serba langsung, digital. Karena itu lembaga-lembaga yang menaungi harus lebih diberdayakan. Bagaimana bisa lebih terbuka, soal transparansi. Hal ini kaitannya dengan royalti," jelas Pay BIP

BERITA VIDEO : PIYU PADI JADI CHEF DAN JUALAN MAKANAN SELAMA PANDEMI

"Apa yang diterima seniman, sesuai dengan porsinya, sesuai dengan kompetensi, ditengah kompetisi sekarang," sambungnya. 

"Perlu peranan pemerintah untuk menjadikan para musisi ini untuk mendapatkan apa yang  sudah menjadi haknya," timpal Andra Bagindas

Pria yang akrab disapa Masmul itu menanyakan kepada Pay, Andra, dan Anto mengenai adanya platform digital apakah menjadi ancaman atau kesempatan bagi musisi

Pay merasa kemajuan teknologi membantu musisi bisa mengaktualisasikan dirinya, sehingga tidak perlu perusahaan besar. 

"Yang jadi masalah, saking banyaknya konten, orang bingung. Pilih mana yang cocok. Ada yang bagus, laku tapi yang sampah jadi sampah. Kompetisi luar biasa sekali," terang Pay BIP

"Kalau dulu kita harus mendatangi perusahaan besar, sekarang dari rumah pun bisa. Era sekarang lebih gampang, nggak bisa dikendalikan," timpal Andra Bagindas lagi. 

Moeldoko pun menyimpulkan adanya paradigma baru dalam kemajuan industri musik Indonesia, dimana masih adanya tantangan dan masalah yang harus diselesaikan. 

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved