Minggu, 31 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Mudik Lebaran

Bus ke Padang Terlambat Datang di Terminal Bekasi, Rosa Pasrah Rayakan Lebaran di Jalan

Pemudik yang hendak menuju Padang, Sumatera Barat ini, hanya bisa pasrah setelah mengetahui bus yang mengantarkannya mengalami keterlambatan.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Ratusan pemudik jurusan kota-kota di Pulau Sumatera, tercecer di Terminal Induk Bekasi, Sabtu (30/4/2022). Mereka diharuskan menunggu berjam-jam lantaran bus yang akan mengantarkan mereka ke kampung halamannya belum tiba di terminal. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR --- Ratusan pemudik jurusan kota-kota di Pulau Sumatera terlantar di Terminal Induk Bekasi, Sabtu (30/4/2022).

Mereka diharuskan menunggu berjam-jam lantaran bus yang akan mengantarkan mereka ke kampung halamannya belum tiba di terminal.

Rosa (43) seorang pemudik asal Klender, Jakarta Timur, mengatakan telah menunggu kedatangan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sejak pukul 09.00 WIB tadi.

"Saya kan dari Klender, tiba di terminal jam 9 pagi. Kata PO-nya mah bus berangkat jam 10 pagi. Nunggu sampai jam 2 siang masih belum datang busnya," ungkap Rosa saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Bus Telat Datang Hampir 6 Jam Imbas One Way Tol Jakarta-Cikampek, Pemudik Terminal Bekasi Terlantar

Baca juga: Pemudik di Jalur Pantura Kabupaten Bekasi Mayoritas Pengendara Motor, Jumlahnya Meningkat 100 Persen

Pemudik yang hendak menuju Padang, Sumatera Barat ini, hanya bisa pasrah setelah mengetahui bus yang mengantarkannya mengalami keterlambatan.

Pasalnya, waktu tempuh Bekasi-Padang menggunakan bus AKAP diestimasinya berkisar 32-36 jam apabila lalu lintas lancar.

Ia mengira bahwa tak banyak lagi pemudik yang berangkat pada H-2 ini.

BERITA VIDEO :  DUA TAHUN LEBARAN DI CIKARANG, AYUB AKHIRNYA BISA MUDIK

"Kalau lancar paling lama 36 jam, itu satu setengah hari. Saya mikirnya kalau berangkat jam 10 pagi, ya sampai Padang besok jam 10 malam," ucapnya.

Ia hanya bisa pasrah lantaran hingga pukul 14.00 WIB, bus yang mengantarkannya belum juga tiba.

Rosa pun harus rela merasakan Lebaran di perjalanan apabila Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (2/5/2022) mendatang.

"Jam segini saja belum datang. Belum lagi macet, nunggu nyeberang, berhenti istirahat. Kayaknya sih Lebaran di jalan kalau begini," kata Rosa.

Baca juga: Pandangi Arus Mudik di Tol Palimanan KM 72, Anggi Tak Sabar Ingin Cepat Bertemu Keluarga di Cirebon

Sementara itu, Eli (31) pemudik yang hendak mudik ke Kota Batu, Lampung, mengatakan keterlambatan kedatangan bus jurusan Sumatera dikarenakan kemacetan yang terjadi, terutama di Pelabuhan Merak, Banten.

"Kata PO-nya karena kalau musim mudik ngantre masuk ke kapalnya lebih lama. Belum lagi macet di perjalanan, jadi ya enggak apa-apa nunggu saja," katanya.

Pemudik di Terminal Kampung Rambutan terlambat mudik

Sejumlah bus mengalami keterlambatan kedatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (30/42022).

Akibatnya, sejumlah penumpang harus rela menunggu lama bus yang akan mereka naiki datang ke terminal Kampung Rambutan.

Hal itu dirasakan oleh Faqih yang ingin mudik ke Banjarsari, Jawa Barat dengan menaiki bus tujuan Pangandaran.

Menurut Faqih, berdasarkan info yang ia dapat dari pihak PO, bahwa bus dari arah Pangandaran menuju Jakarta terjebak macet diperjalanan. 

Baca juga: Pemudik Padati Bandara Soekarno-Hatta: Senang Rasanya Saya Bisa Kembali Mudik ke Kampung Halaman

Ia mengaku sudah menunggu di terminal Kampung Rambutan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB bus yang ia akan ia naiki belum datang juga.

"Saya disini dari jam 7 pagi masih nunggu busnya datang. Soalnya macet dari arah Tasik sampai Cileunyi tuh macet, jadi tuh mau kesini (Terminal Kampung Rambutan) jadi susah," ujar Faqih kepada Wartakotalive.com, Sabtu (30/4/2022).

Pria yang bekerja sebagai tukang las di sebuah workshop di Tangerang ini mengaku tahun ini dirinya lebih memilih mudik menggunakan bus karena dinilai lebih aman.

"Tahun lalu pas pandemi saya mudik pakai motor, karena kan jalanan waktu itu sepi banyak orang yang nggak mudik, tapi kalau sekarang kan dibolehin jadi pasti jalanan macet, kalau bawa motor pasti lelah. Apalagi sekarang sering hujan, jadi lebih aman naik bus," ungkapnya.

Sejumlah bus mengalami keterlambatan kedatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (30/42022). Akibatnya, sejumlah penumpang harus rela menunggu lama bus yang akan mereka naiki datang ke terminal Kampung Rambutan.
Sejumlah bus mengalami keterlambatan kedatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (30/42022). Akibatnya, sejumlah penumpang harus rela menunggu lama bus yang akan mereka naiki datang ke terminal Kampung Rambutan. (Wartakotalive.com)

Soal tarif bus ke Banjarsari, Faqih mengaku tidak ada kenaikan.

"Masih sama tarifnya dengan kondisi normal (kondisi bukan lebaran), tarifnya Rp 150.000 untuk bus AC kelas Bisnis," ucapnya.

Selain Faqih, penumpang lainnya yang juga harus menunggu lama kedatangan bus adalah Rina.

Pemudik asal Palembang Sumatera Selatan ini rela menunggu berjam-jam, setelah diinformasikan kalau bus yang ditumpangi masih dalam posisi macet di Tol Merak. 

Padahal, lanjut Rina, jadwal keberangkatan bus yang ia naiki sesuai dengan tiket keberangkatannya pada pukul 09.00 WIB. Namun, karena bus terjebak kemacetan di Pelabuhan Merak, estimasi bus datang ke terminal Kampung Rambutan mundur menjadi pukul 13.00 WIB.

"Kalau dijadwalin jam 09.00 WIB, cuman busnya macetnya di Merak, soalnya teman saya aja yang berangkat dari jam 19.00 WIB infonya sampai sekarang belum masuk kapal, kemungkinan kendalanya di Merak itu," kata Rina.

Lebih lanjut, dengan adanya keterlambatan bus yang ditumpangi. Rina pemudik 37 asal Palembang. Belum memastikan keberangkatannya. Lantaran adanya kemacetan di Tol Merak tersebut.

"Kalau diinfoin deadline-nya jam satu tapi nggak tau jam berapa, jadi diinfoin langsung ke loketnya," kata Rina

Meski begitu, perempuan yang berprofesi sebagai buruh pabrik di Gunung Putri Bogor ini tetap senang bisa mudik kali ini ke Palembang untuk bertemu sanak keluarga disana. Lantaran ia sudah 5 tahun tidak mudik.

"Setelah Covid sih, sudah 5 tahun sih, harusnya kan 2 tahun sekali, karena terkendala Covid jadi lima tahun baru, balik ini" ucapnya.

Ia juga tidak mengeluhkan soal tarif bus yang cukup mahal, yakni Rp 590.000. 

"Nggak masalah mahal, yang penting saya bisa mudik," ucapnya. 

Sementara Kepala Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni mengatakan soal keterlambatan bus yang datang lebih bersifat situasional. 

"Artinya kemarin memang banyak keterlambatan bisa yang masuk ke terminal dikarenakan di tol diberlakukan sistem one way seperti kita tahu. Artinya kita juga memberikan informasi kepada penumpang terkait hal tersebut supaya penumpang tidak bertanya-tanya kenapa bisa belum masuk," sebutnya.

Untuk antisipasi kepadatan penumpang di terminal Kampung Rambutan, Yulza menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan perusahaan oto bus untuk mengecek posisi keberadaan bisnya terakhir ada di mana.

"Untuk memastikan penumpang tidak khawatir untuk keberangkatan mereka. Penting kita informasikan kepada penumpang tersebut supaya mereka merasa terlayani dengan baik," ujarnya.

Yulza menambahkan, hingga saat ini belum ada bus bantuan yang digunakan. Menurutnya, untuk kondisi saat ini bus reguler masih bisa melayani penumpang dengan baik.

"Kita lihat situasional ya, kalau terjadi penumpukan reguler sudah habis baru kita persiapan untuk bisa cadangan tersebut," pungkasnya.

(Laporan Wartawan TribunBekasi.com/Rangga Baskoro/Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved