Mudik Lebaran
Pada H+2 Lebaran Jalur Puncak Macet Parah, Volume Kendaraan Capai 30.000
Setelah sistem satu arah ke Puncak hingga pukul 12.00 WIB, polisi menerapkan satu arah ke arah Jakarta dari Puncak mulai pukul 14.00 WIB.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM — Jalur wisata Puncak mengalami kemacetan parah pada H+2 Lebaran 2022, Rabu (4/5/2022). Kepadatan lalu lintas di wilayah ini sudah terjadi sejak pagi hari.
Untuk mengurai kepadatan, polisi menerapkan sistem satu arah atau one way ke arah Puncak dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.
"Volume kendaraan yang mengarah ke Puncak sudah padat sehingga kami melaksanakan proses one way ke arah Puncak tadi pagi," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Rabu (4/5/2022).
Setelah sistem satu arah ke Puncak hingga pukul 12.00 WIB, polisi menerapkan satu arah ke arah Jakarta dari Puncak mulai pukul 14.00 WIB.
"Setelah habis kuras yang dari bawah, pukul 14.00 sampai 17.00 WIB satu arah diterapkan dari Puncak ke arah Jakarta," ungkapnya.
Baca juga: Hindari Kepadatan, Pengunjung Ancol Diimbau Naik Transportasi Umum
Baca juga: Tol Japek Kembali Dipadati Kendaraan, Jasa Marga Terapkan Contraflow Mulai KM 47 hingga KM 70
Pada H+2 Lebaran ini, volume kendaraan di Jalan Raya Puncak naik 30 persen dibanding sehari sebelumnya.
Hingga pukul 09.00 WIB tadi, sekitar 30 ribu kendaraan tercatat masuk wilayah Puncak.
"Jumlah ini mendekati angka total kendaraan selama satu hari kemarin sebesar 35 ribu kendaraan," papar Iman.
Iman mengimbau kepada masyarakat yang akan menuju wilayah Cianjur ataupun Bandung bisa melalui jalur alternatif melalui Cibubur, Jonggol, Cariu.
"Untuk menghindari kepadatan yang lebih parah di wilayah Puncak ini kami sarankan melalui jalur alternatif," ujarnya.
Baca juga: Hingga Rabu Ini, Peziarah Masih Ramai Kunjungi TPU Pedurenan Kota Bekasi
Baca juga: Cegah Anak Terpapar Hepatitis, Masaklah Makanan yang Bersih dan Matang Penuh
Polisi tidak menerapkan sistem ganjil genap saat ada potensi kepadatan kendaraan saat ini.
Hal itu untuk menghindari kemacetan karena pemutarbalikan kendaraan yang tidak sesuai aturan.
"Kami berharap kepada masyarakat untuk dapat mengikuti aturan yang berlaku serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar tidak timbulkan kemacetan," pungkas Iman.