Berita Bisnis

BI Catat Peredaran Uang di Jakarta saat Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H Capai Rp 30,02 triliun

Angka tersebut merupakan nilai selisih dari penyetoran rupiah ke perbankan sebesar Rp 4,08 triliun dan penarikan rupiah sebesar Rp 34,11 triliun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ichwan Chasani
Kompas/Priyombodo
Ilustrasi - Uang Rupiah. 

TRIBUNBEKASI.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat, total peredaran uang (net outflow) di Jakarta selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H menembus Rp 30,02 triliun.

Angka tersebut merupakan nilai selisih dari penyetoran rupiah (inflow) ke perbankan sebesar Rp 4,08 triliun dan penarikan rupiah (outflow) sebesar Rp 34,11 triliun.

“Angka (Rp 3,02 triliun) ini naik dibanding tahun 2021 lalu, saat itu net outflow sebesar Rp 26,95 triliun dan untuk inflow Rp 7,87 triliun,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Endang Kurnia Saputra di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2022).

Endang Saputra mengatakan, ada peningkatan perputaran duit sekitar lima persen selama bulan Ramadan. Kemudian menurun saat Idulfitri dan akan kembali normal sebulan setelah hari raya.

Berdasarkan catatannya, transaksi pada Ramadan 2022 ini memang tinggi, terutama pada sisi penarikan uang rupiah. Hal ini terjadi untuk penyaluran tunjangan hari raya (THR) para nasabah sampai tanggal 27 April 2022 lalu.

Baca juga: Harta Indra Kenz Masih Banyak, Giliran Mobil Mewahnya Bakal Disita Polisi

Baca juga: Sembilan Pembegal Anggota TNI Diringkus, Tiga Diantaranya Masih di Bawah Umur

Baca juga: Dipanggil Ditlantas Polda, Ketum Poserosi DKI Minta Maaf Atletnya Main Sepatu Roda di Jalan Raya

“Jadi pada periode tersebut transaksi tinggi, terutama dana keluar kas BI atau penarikan rupiah. Karena kebanyakan yang diminta oleh bank adalah untuk menyalurkan dana bagi THR para nasabah,” ujar dia.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran tunai dan non tunai Indonesia melonjak selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022 karena masyarakat banyak belanja dan berpergian untuk mudik dan wisata.

Realisasi penarikan uang tunai meningkat 16,6 persen dibandingkan realisasi tahun 2021 (yoy) dari sebesar Rp 154,5 triliun menjadi Rp180,2 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangan resminya mengatakan, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelum kondisi pandemi (Mei 2019) sebesar 9,21 persen (yoy).

Kemudian realisasi tersebut masih dalam kisaran alokasi uang tunai yang telah disiapkan BI guna mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved