Berita Jakarta

Dinkes DKI Ungkap Empat Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut Misterius

Menurut Dinkes DKI Jakarta, masyarakat perlu memahami penanganan pertama pada gejala hepatitis akut misterius.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ichwan Chasani
Shutterstock/Kateryna Kon via Kompas.com
Ilustrasi: hepatitis/virus hepatitis 

TRIBUNBEKASI.COM — Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap, ada empat langkah penting terhadap penanganan hepatitis akut misterius.

Saat ini sudah ada tiga anak yang meninggal dunia di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat karena suspek hepatitis akut misterius.

“Masyarakat perlu memahami penanganan pertama pada gejala hepatitis akut misterius,” demikian informasi yang dikutip dari akun Instagram @dinkesdki pada Senin (16/5/2022).

Dalam unggahannya itu, Dinkes DKI Jakarta mengungkapkan, langkah awal adalah waspada gejala pertama seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai dengan demam ringan.

Kedua, jika muncul gejala awal, hendaknya tidak panik.

Baca juga: Dinkes Karawang Imbau Warga untuk Waspada Hepatitis Akut Misterius, Kenali Gejala-Gejalanya

Baca juga: Tangani Penyakit Hepatitis Akut, Kemenkes Akhirnya Bentuk Komite Ahli

“Segera bawa pasien ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan,” ucapnya.

Langkah ketiga sebelum berakibat fatal, jangan menunggu muncul gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning. Upaya ini dilakukan agar pasien tidak terlambat mendapatkan pertolongan.

“Keempat, jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU Anak,” imbuhnya.

“Kementerian Kesehatan mengimbau para orangtua untuk tidak panik dalam menghadapi virus hepatitis akut misterius,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, ada 21 kasus dugaan hepatitis akut misterius di Jakarta.

Baca juga: Sampah Menggunung di Jalan Alternatif Menuju MM 2100 Bekasi

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Dukung Penelitian Gen Kuda Asli Indonesia oleh Pordasi dan IPB

Bahkan tiga bocah di antaranya yang menjadi pasien di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat sampai meninggal dunia.

“Seperti yang disampaikan kemarin data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Namun demikian, ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi,” kata Wagub Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (11/5/2022).

Ariza berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit ini. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama memastikan makanan dan minuman yang disantap dalam keadaan bersih.

“Untuk yang 21 kasus ini sedang dalam tahap proses penanganan dan penyelidikan. Mudah-mudahan tidak terkait dengan hepatitis akut harapan kita bersama,” ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved