Berita duka

Sebelum Wafat, Buya Syafii Maarif Dirawat 13 Hari di Ruang ICCU RS PKU Muhammadiyah Gamping

Buya Syafii Maarif menderita penyakit jantung, dan sempat dirawat di ICCU sebelum turup usia.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Buya Syafii Maarif meninggal dunia pada Jumat (27/5/2022) di RS PKU MUhammadiyah Gamping, Yogyakarta. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Buya Prof Dr Ahmad Syafii Maarif dirawat selama 13 hari di RS PKU MUhammadiyah Gamping, sebelum tutup usia pada Jumat (27/5) pukul 10.15. 

Sebagaimana diwartakan Tribun Jogja, Guru Besar IKIP Yogyakarta itu wafat di ruang ICCU RS PKU Gamping.

"(Buya Syafii Maarif) Meninggal pukul 10.15 WIB di ruang ICCU," kata Kepala Humas PKU Muhammadiyah Gamping, Rubiyanto.

Menurut Rubianto, Buya Syafii dirawat sejak 13 Mei 2022 karena keluhan sakit jantung.

 

Sesuai rencana, Buya Syafii disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, sebelum menuju peristirahatan terakhirnya, di TPU Husnul Khotimah di Desa Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta.

Kepada Tribun Jogja Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Azman Latif, membenarkan hal tersebut. Katanya, jenazah Buya Syafii akan disemayamkan dan disalatkan jemaah selepas ibadah Jumat.

"Benar, insyaa Alah jenazah Buya sudah tiba sebelum Jumatan, dan disalatkan di sini," katanya.

Kebajikan dan kebhinnekaan

Indonesia kehilangan tokoh masyarakat yang mengutamakan kebajikan dan toleransi kebhinnekaan dalam kehidupan bermasyarakat

Buya Syafii Maarif, yang dikenal sebagai cendekiawan Muhammadiyah, meninggal dunia pada Jumat (27/5/2022). 

Sebagaimana dilansir Tribun Jabar, kabar duka ini disampaikan oleh PP Muhammadiyah melalui akun Twitter PP Muhammadiyah.

Buya Syafii Marif, yang juga guru besar IKIP Yogyakarta, meninggal di RS PKU Gamping, pukul 10.15.

"Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof Dr H ahmad Syafii Maarif pada Jumat tanggal 27 Mei 2022 pukul 10.15. di RS PKU Muh Gamping," bunyi keterangan di akun Twitter Muhammadiyah yang sudah terverifikasi.

"Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Semoga beliau husnul khatimah diterima amal ibadah dan diampuni kesalahannya," tulis akun Twitter resmi Muhammadiyah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved