Selasa, 14 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Internasional

Seorang Presenter Televisi Rusia Blak-blakan Soal Perang Nuklir: akan Segera Terjadi

Presenter televisi Rusia Vladimir Solovyov blak-blakan soal perang nuklir yang dalam waktu dekat ini akan terjadi.

Editor: Panji Baskhara
tangkapan layar YouTube Dark Tech
Ilustrasi: Presenter televisi Rusia Vladimir Solovyov blak-blakan soal perang nuklir yang dalam waktu dekat ini akan terjadi. 

"Ya, kita harus bahagia. Kecuali orang-orang muda mungkin tidak berbagi definisi kebahagiaan ini."

"Kami akhirnya tiba. Ini adalah pertempuran terakhir dan menentukan kami," tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Rusia telah menggunakan ancaman perang nuklir sejak awal konflik pada Februari.

Putin juga sempat menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi untuk mengirim pesan kuat ke Barat agar tidak mengganggu rencananya untuk Ukraina.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggunakan akhir pekan Platinum Jubilee untuk berterima kasih kepada Ratu dan bangsanya atas dukungannya terhadap Ukraina selama konflik.

Zelensky juga sangat berterima kasih kepada Perdana Menteri Boris Johnson, dengan mengatakan bahwa PM memiliki pemahaman baik tentang kebutuhan Ukraina.

Adapun pada hari Senin, Inggris mengumumkan paket bantuan militer lebih lanjut untuk dikirim ke Ukraina dalam hubungannya dengan Amerika Serikat.

Senjata baru yang dikirim dari Inggris adalah sistem roket multi-peluncuran yang dapat menyerang target hingga 80km jauhnya.

Dalam pidato televisi, Presiden Zelensky mengaku berterimakasih pada Boris Johnson.

"Saya berterima kasih kepada Perdana Menteri Boris Johnson atas pemahaman penuh atas tuntutan dan kesiapan kami untuk memberikan Ukraina senjata yang sangat dibutuhkan untuk melindungi kehidupan rakyat kami," ujarnya.

Kekhawatiran Senjata untuk Ukraina Disalahgunakan

Baru-baru ini, interpol memperkirakan ada peningkatan perdagangan senjata ilegal setelah konflik yang terjadi di Ukraina.

Peningkatan tersebut terjadi di Balkan dan Afrika, di mana terdapat kekacauan yang dipicu oleh banyak senjata yang disalahgunakan oleh kelompok kejahatan terorganisir.

Oleh karena itu, Polisi Swedia mencurigai senjata Barat yang dikirim ke Ukraina mungkin berakhir di tangan geng kriminal di Swedia.

"Mungkin ada risiko tinggi bahwa masuknya senjata ilegal akan mencapai Swedia ketika ada sedikit ketertiban di sana, bahkan mungkin perdamaian," kata Komisaris Polisi Gunnar Appelgren kepada Radio Swedia, dikutip dari Sputnik News.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved