Berita Bekasi

Dani Ramdan Rencanakan PDAM Tirta Bhagasasi Gunakan Air Hujan Jadi Sumber Air Baku

Pemanfaatan hujan sebagai air baku PDAM perlu dilakukan mengingat keberadaan aliran sungai yang selama ini menjadi sumber air baku mulai terbatas

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
tirtabhagasasi.co.id
Logo PDAM Tirta Bhagasasi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemkab Bekasi berencana memanfaatkan air hujan untuk dijadikan bahan baku yang diolah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi guna mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Ketersediaan air baku semakin sulit. Keterbatasan itu yang menjadi kendala PDAM Tirta Bhagasasi mengolah air bersih untuk warga," kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).

Dia mengatakan pemanfaatan hujan sebagai air baku PDAM perlu dilakukan mengingat keberadaan aliran sungai yang selama ini menjadi sumber air baku mulai terbatas untuk dapat diolah menjadi air bersih.

Pemerintah daerah tengah menyiapkan beberapa skema guna mewujudkan rencana tersebut diantaranya penambahan atau pembangunan tempat penampungan baru air hujan seperti situ atau danau buatan serta tandon air.

Pihaknya juga akan melakukan penataan kembali situ-situ yang sudah ada serta menormalisasi aliran sungai sehingga diharapkan mampu memasok lebih banyak lagi air yang akan diolah menjadi air bersih.

Baca juga: Usai Muncul Dugaan Penyelewengan Donasi, ACT Karawang Klaim Beraktivitas Normal

Baca juga: Dikabarkan Gagal Berangkat Haji Furoda, Askun Minta Bupati Cellica Ambil Hikmahnya

"Pengolahan air hujan tentunya dengan teknologi. Kita harus bisa menjadikan air hujan sebagai air baku buat PDAM Tirta Bhagasasi agar bisa diolah menjadi air bersih untuk warga," ucapnya.

Dengan demikian air hujan tidak begitu saja mengalir ke sungai dan terbuang ke laut namun mengisi tempat-tempat penampungan untuk kemudian diolah menjadi air baku PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim mengatakan selama ini pihaknya hanya mengandalkan air baku yang berasal dari Saluran Tarum Barat atau Kalimalang untuk diolah menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Sering terkendala akibat keterbatasan. Air Kalimalang tidak dapat diambil seenaknya, harus dibeli dari PJT (Perum Jasa Tirta) II, itu pun debitnya terbatas. Sedangkan kebutuhan air baku di PDAM terus meningkat," katanya.

Usep mengaku beberapa sungai alam sebenarnya bisa dijadikan sebagai air baku namun terkendala oleh pencemaran limbah serta debit air yang kecil hingga kosong terutama saat memasuki musim kemarau.

Baca juga: Belasan Calon Haji Furoda asal Karawang Gagal Berangkat, Dikabarkan Salah Satunya Bupati Cellica

Baca juga: Tiga Maling Motor dengan Modus Baru Dibekuk Polisi

"Seperti Sungai Bekasi tapi sering tercemar limbah. Kalau Sungai Ciherang airnya diambil PDAM Cabang Pembantu Bojongmangu sebagai air baku, itu juga saat kemarau airnya kering hingga menyebabkan instalasi pengolahan air Bojongmangu kesulitan produksi air bersih," katanya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved